Polsek Kubu Peringatkan Warga Soal Buaya di Sungai Tengkolan
Polsek Kubu, Rokan Hilir, pasang spanduk peringatan “Hati-Hati Ada Buaya” di sepanjang Sungai Tengkolan usai meningkatnya kemunculan buaya muara. Kapolsek IPTU Kodam Sidabutar imbau warga agar lebih waspada dan tidak beraktivitas dekat sungai demi keselamatan bersama.
ROKAN HILIR – JAGOK.CO – Warga di sekitar aliran Sungai Tengkolan, Kepenghuluan Teluk Nilap, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), kembali dibuat resah akibat kemunculan buaya muara di permukaan sungai. Hewan predator ini dilaporkan terlihat oleh sejumlah warga yang tengah beraktivitas di tepian sungai dan menimbulkan kekhawatiran meluas di masyarakat.
Menanggapi situasi tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Kubu bergerak cepat melakukan langkah preventif. Pada Kamis (23/10/2025) sekitar pukul 10.15 WIB, jajaran Polsek Kubu memasang spanduk peringatan bertuliskan “Hati-Hati Ada Buaya” di berbagai titik rawan di sepanjang aliran Sungai Tengkolan. Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan menghindari aktivitas terlalu dekat dengan air, terutama saat kondisi pasang.
Kegiatan itu dipimpin langsung oleh Kapolsek Kubu IPTU Kodam F. Sidabutar, S.H., M.H., didampingi Ka SPK I Aipda Abed Mesak Manullang, Kasium Aipda Caverius Aritonang, serta dua Bhabinkamtibmas yakni Aipda Erik H. Nasution (Kepenghuluan Sungai Majo) dan Aipda Dedi Irawan (Kepenghuluan Teluk Nilap Jaya). Spanduk dipasang di sejumlah titik strategis yang selama ini dikenal sebagai lokasi kemunculan buaya muara.
Langkah antisipatif tersebut diambil menyusul meningkatnya laporan warga mengenai buaya yang muncul di sekitar sungai. Beberapa kejadian bahkan sempat mengancam keselamatan penduduk yang mencari ikan, mencuci, atau mandi di tepian air. Polsek Kubu menilai perlu adanya tindakan nyata dan edukatif untuk mencegah jatuhnya korban baru akibat serangan satwa liar tersebut.

“Melalui pemasangan spanduk peringatan ini, kami ingin mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di tepian sungai, terutama saat air pasang atau banjir,” ujar IPTU Kodam F. Sidabutar usai kegiatan.
Kapolsek juga menekankan pentingnya peran keluarga dan orang tua untuk mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sungai yang diketahui menjadi habitat buaya muara. Edukasi dan kepedulian dini menjadi bagian penting dari upaya pencegahan.
Selain bertujuan melindungi masyarakat, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk memperkuat hubungan emosional antara aparat kepolisian dan warga sekitar. Menurut IPTU Kodam, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya soal penegakan hukum, melainkan juga memastikan keamanan lingkungan dari potensi ancaman satwa liar.
“Kami ingin masyarakat merasa bahwa polisi hadir bukan sekadar untuk menegakkan hukum, tetapi juga untuk menjaga keselamatan mereka dari bahaya yang nyata di lingkungan sekitar,” tegasnya.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lapangan dilaporkan aman, kondusif, dan terkendali. Polsek Kubu memastikan akan terus melanjutkan patroli rutin di wilayah perairan Kubu dan sekitarnya, sekaligus meningkatkan sosialisasi bahaya buaya muara kepada masyarakat. Upaya berkelanjutan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif untuk menjaga keselamatan diri sekaligus kelestarian ekosistem sungai.
Dengan langkah cepat ini, Polsek Kubu kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat Rokan Hilir, khususnya di kawasan yang rentan terhadap ancaman satwa liar seperti Sungai Tengkolan.
























