Wabup Rohil Jhony Charles Pimpin Rakor Satgas Koperasi Merah Putih, Dorong Sinergi Ekonomi Desa

Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles memimpin rapat Satgas Koperasi Merah Putih guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengelolaan ekonomi desa dan pemberdayaan koperasi rakyat berbasis potensi lokal.

Wabup Rohil Jhony Charles Pimpin Rakor Satgas Koperasi Merah Putih, Dorong Sinergi Ekonomi Desa
Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, BBA, MBA, saat memimpin rapat koordinasi Satgas Koperasi Merah Putih di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rohil, Kamis (23/10/2025). Rapat tersebut membahas penguatan sinergi lintas sektor dalam pengelolaan dan pemberdayaan koperasi desa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

ROHIL – JAGOK.CO – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Hal ini tercermin saat Wakil Bupati Rokan Hilir, Jhony Charles, BBA, MBA, memimpin Rapat Koordinasi Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Kepenghuluan/Kelurahan Merah Putih, yang digelar di Aula Lantai IV Kantor Bupati Rokan Hilir pada Kamis (23/10/2025).

Pertemuan strategis tersebut bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat operasional dan pemberdayaan koperasi di tingkat desa dan kelurahan. Koperasi dinilai sebagai motor penggerak ekonomi rakyat yang berperan penting dalam mendukung distribusi bahan pokok, peningkatan produktivitas pertanian, serta penguatan ekonomi kerakyatan.

Dalam arahannya, Jhony Charles menegaskan bahwa penguatan koperasi memerlukan kolaborasi erat antara pengurus koperasi, perangkat desa, dan kepala desa. Ia menilai, sistem pengelolaan usaha bersama akan berjalan lebih efisien apabila seluruh elemen pemerintahan di tingkat bawah turut aktif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan ekonomi produktif.

“Kita akan mengadakan rapat virtual bersama seluruh koperasi di Rokan Hilir. Saya minta agar tidak hanya pengurus koperasi yang hadir, tetapi juga kepala desa dan perangkat desa terkait. Dengan begitu, koordinasi menjadi lebih terarah dan hasilnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” tegas Jhony Charles.

Rapat berlangsung dinamis dan interaktif, dengan berbagai tanggapan serta komitmen konkret dari masing-masing perangkat daerah yang hadir. Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pasar (Disperindagsar) melaporkan kesiapan dinasnya dalam mendukung koperasi, antara lain dengan penerbitan rekomendasi penjualan beras melalui Bulog dan minyak goreng curah. Disperindagsar juga berkomitmen mempromosikan Koperasi Merah Putih dalam berbagai kegiatan berskala nasional untuk memperluas jejaring pemasaran dan meningkatkan daya saing produk lokal.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan memaparkan strategi pemberdayaan nelayan melalui koperasi, seperti penyediaan jaring, bahan bakar solar, dan sembako. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat posisi koperasi sebagai mitra utama dalam rantai pasok sektor kelautan dan perikanan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil di pesisir.

Dari sisi komunikasi publik, Kepala Dinas Kominfotiks menyatakan kesiapan untuk melakukan peninjauan langsung ke lapangan serta mempublikasikan perkembangan koperasi melalui kanal resmi Media Center Rohil. Menurutnya, transparansi informasi sangat penting agar keberhasilan koperasi dapat diketahui masyarakat luas dan menjadi contoh inspiratif bagi desa atau kelurahan lain di Kabupaten Rokan Hilir.

Tak kalah penting, Kepala Bagian Tata Pemerintahan menyoroti pentingnya partisipasi aktif anggota koperasi dalam mengembangkan usaha produktif. Ia menegaskan akan berkoordinasi dengan Bagian Aset Daerah untuk memanfaatkan aset-aset pemerintah yang belum digunakan secara optimal sebagai sarana pendukung kegiatan koperasi dan usaha mikro masyarakat.

Dalam sesi diskusi, sejumlah camat dan pengawas koperasi menyoroti kendala administratif yang dihadapi koperasi terkait Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI). Bulog diketahui mensyaratkan koperasi memiliki unit grosir agar dapat bermitra secara resmi. Menanggapi hal ini, Pengawas Koperasi menjelaskan bahwa berdasarkan instruksi Presiden, program pengembangan koperasi dapat dimulai secara bertahap dengan membuka satu hingga dua gerai terlebih dahulu, sebelum berkembang menjadi enam gerai sesuai target nasional. Ia juga menegaskan bahwa dana operasional koperasi bukan bersumber dari hibah, melainkan pinjaman perbankan melalui Bank Himbara.

Rakor tersebut turut dihadiri perwakilan Kodim 0321 Rohil, Polres Rohil (Kapolsek Bangko), sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), sekretaris dinas, kepala bidang, pejabat fungsional, serta pengawas Koperasi Merah Putih.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir menegaskan komitmennya untuk menjadikan koperasi sebagai instrumen utama dalam memperkuat perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal. Dengan menekankan prinsip kemandirian, transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan, Pemkab Rohil berharap Koperasi Merah Putih menjadi model pengelolaan ekonomi rakyat yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing tinggi demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Rokan Hilir secara berkelanjutan.