Gawat! Trotoar di Sekitar Taman Jalur Kuansing Berubah Fungsi Jadi Lapak PKL, Warga Resah  

Trotoar Taman Jalur, PKL Kuansing, penertiban trotoar, tata kota, kenyamanan kota,  

Gawat! Trotoar di Sekitar Taman Jalur Kuansing Berubah Fungsi Jadi Lapak PKL, Warga Resah  
Gawat! Trotoar di Sekitar Taman Jalur Kuansing Berubah Fungsi Jadi Lapak PKL, Warga Resah  

JAGOK.CO - KUANSING - Trotoar di sekitar Taman Jalur, yang seharusnya berfungsi sebagai jalur pejalan kaki, kini disalahgunakan menjadi area berjualan bagi pedagang kaki lima (PKL). Fenomena ini membuat kawasan yang semestinya tertata rapi dan nyaman berubah menjadi semrawut, mengganggu estetika kota serta kenyamanan masyarakat.  

Ketua Komcab Lembaga Pengawasan Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Wirman Patopang, mengecam penyalahgunaan fungsi trotoar tersebut. Ia menilai bahwa trotoar adalah fasilitas publik yang vital bagi pejalan kaki dan tidak boleh dialihfungsikan sembarangan.  

“Saya sangat menyayangkan kondisi ini. Trotoar harus difungsikan sebagaimana mestinya, yaitu untuk kenyamanan pejalan kaki. Jika terus dibiarkan, ini akan merusak tata kota dan menciptakan kesemrawutan,” ujar Wirman Patopang.  

Trotoar Taman Jalur Dikuasai PKL, Ketertiban Kota Terancam

Keluhan juga datang dari masyarakat sekitar yang merasa terganggu dengan keberadaan PKL yang menempati trotoar. Selain menghambat pergerakan pejalan kaki, kehadiran para pedagang ini juga dikhawatirkan menimbulkan kemacetan di sekitar kawasan Taman Jalur—salah satu ruang terbuka hijau favorit warga Kuansing.  

Kondisi ini tentu menodai fungsi utama trotoar sebagai fasilitas umum dan mengurangi kenyamanan pengunjung yang ingin menikmati suasana asri taman.  

Desakan untuk Penertiban PKL dan Penataan Ulang Trotoar Kuansing

Warga dan pemerhati tata kota mendorong instansi terkait, khususnya Satpol PP dan dinas terkait lainnya, untuk segera melakukan penertiban terhadap PKL yang menduduki trotoar. Penataan ulang secara terstruktur dan berkelanjutan diperlukan agar wajah kota tetap tertib dan indah.  

Tak hanya itu, Bupati Kuansing juga didorong untuk mengambil langkah strategis demi memastikan tata kelola ruang publik berjalan sesuai aturan.  

Penataan yang tepat dan adil bukan hanya menjaga keindahan kota, tetapi juga memberikan kepastian bagi para PKL dalam mencari nafkah tanpa merusak fasilitas umum. Diperlukan solusi jangka panjang dan win-win solution agar para pedagang tetap bisa berusaha di lokasi yang layak, sementara fasilitas publik tetap digunakan sesuai peruntukannya.  

Kolaborasi Demi Kuansing yang Tertib dan Nyaman

Situasi ini menjadi pengingat pentingnya kesadaran semua pihak—baik pemerintah, pedagang, maupun masyarakat umum—untuk menjaga ketertiban, kenyamanan, dan keindahan kota.  

Trotoar bukan tempat berjualan, melainkan jalur aman bagi pejalan kaki. Dengan kolaborasi dan komitmen bersama, Kuansing dapat terus berkembang sebagai kota yang tertib, indah, dan nyaman bagi semua.  

#WirmanPatopang