Color Run Polres Inhu 2025 Hadirkan Gajah Jinak & Pesan Lestari

Color Run Polres Inhu 2025 di Rengat sukses menarik 1.258 peserta dengan kehadiran gajah Sumatera jinak, Domang dan Tari, sebagai simbol pelestarian alam dan budaya lokal. Acara ini menjadi bagian dari Hari Bhayangkara ke-79 dan memperkuat sinergi Polri dan masyarakat.

Color Run Polres Inhu 2025 Hadirkan Gajah Jinak & Pesan Lestari
Color Run Polres Inhu 2025: Meriah, Bermakna, dan Penuh Warna Bersama Gajah Sumatera Jinak

JAGOK.CO – INHU – Kota Rengat dipenuhi semangat dan energi positif saat ribuan masyarakat tumpah ruah dalam ajang Color Run Polres Indragiri Hulu (Inhu) 2025 pada Minggu pagi, 27 Juli 2025. Perhelatan olahraga rekreatif ini tidak hanya mencuri perhatian karena pesertanya yang mencapai lebih dari seribu orang, tetapi juga karena kehadiran dua gajah Sumatera jinak, Domang dan Tari, yang berdiri megah di gerbang start sebagai maskot kehormatan.

Kegiatan penuh warna ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-79, yang digelar untuk memperkuat hubungan emosional antara Polri dan masyarakat. Melalui pendekatan berbasis olahraga, budaya lokal, serta komitmen pelestarian lingkungan, Polres Inhu menghadirkan semangat baru dalam berinteraksi secara humanis dan edukatif.

Acara dibuka secara resmi oleh Bupati Indragiri Hulu, Ade Agus Hartanto, bersama Kapolres Inhu, AKBP Fahrian Saleh Siregar. Dukungan penuh dari unsur Forkopimda pun terlihat jelas, di antaranya Dandim 0302/Inhu Letkol Emick Candra Nasution, Ketua DPRD Inhu Sabtu P. Sinurat, Ketua PA Inhu Mukhrom, serta Ketua PN Rengat Lia Herawati dan perwakilan Kejaksaan Negeri Inhu.

Color Run ini bukan hanya simbol olahraga sehat, tetapi juga bentuk ajakan untuk mencintai budaya dan lingkungan hidup. Domang dan Tari hadir sebagai cerminan harmoni antara manusia dan alam,” ujar AKBP Fahrian penuh makna.

Tercatat sebanyak 1.258 peserta mengikuti kegiatan ini dengan dua pilihan rute: 5 kilometer dan 10 kilometer. Selain berlari, mereka juga menikmati pengalaman tak terlupakan disemprot bubuk warna-warni di sepanjang lintasan – simbol kebersamaan, keceriaan, dan keragaman masyarakat Inhu. Daya tarik lainnya adalah hadiah utama berupa dua unit sepeda motor dan berbagai doorprize menarik senilai jutaan rupiah.

Namun, keistimewaan utama justru datang dari dua ikon pelestarian alam Riau, Domang dan Tari. Kedua gajah jinak ini berasal dari kawasan konservasi Taman Nasional Tesso Nilo dan sejak kecil dirawat oleh mahout (pawang gajah). Kini, di bawah adopsi Kapolda Riau, mereka menjadi simbol nyata dari komitmen kepolisian dalam menjaga kelestarian satwa liar dan hutan tropis Sumatera.

Rangkaian acara makin semarak dengan hadirnya panggung hiburan rakyat, bazar UMKM lokal, serta pertunjukan seni budaya Melayu Inhu yang menampilkan tarian tradisional, musik etnik, dan kuliner khas daerah. Semua ini memperkuat nilai-nilai lokal dalam suasana yang hangat dan inklusif.

Color Run Polres Inhu 2025 lebih dari sekadar lomba lari. Ia menjadi panggung sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan institusi kepolisian. Melalui simbolisasi Domang dan Tari, pesan tentang konservasi lingkungan, edukasi ekologi, dan penguatan budaya lokal disampaikan secara menyenangkan dan menyentuh hati.

Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tapi juga sahabat masyarakat. Lewat kegiatan seperti ini, kami ingin mengajak semua elemen bersatu dalam menjaga bumi, tradisi, dan generasi masa depan,” tutup Fahrian.

Dengan kesuksesan acara ini, Polres Inhu membuktikan bahwa kegiatan kepolisian dapat dikemas secara kreatif, mendidik, dan menyentuh, tanpa menghilangkan esensi pengabdian dan rasa memiliki terhadap daerah. Dan Domang serta Tari pun, kini lebih dari sekadar maskot – mereka menjadi simbol harapan akan masa depan yang lestari dan penuh harmoni.