LAMR Sambut FSPKSI Riau, Pendidikan dan Budaya Jadi Fokus Sinergi
Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menyambut audiensi DPD FSPKSI Riau di Pekanbaru. Pertemuan membahas kolaborasi pendidikan dengan penguatan budaya Melayu sebagai fondasi generasi Riau.
JAGOK.CO – PEKANBARU – Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) menerima audiensi jajaran pengurus Federasi Serikat Pekerja Kependidikan Seluruh Indonesia (FSPKSI) DPD Riau dengan penuh kehangatan. Pertemuan yang berlangsung di Sekretariat LAMR Jalan Diponegoro, Pekanbaru, Senin (22/9/2025), menjadi ruang silaturahmi sekaligus wadah strategis untuk membahas kolaborasi dunia pendidikan dengan penguatan nilai-nilai budaya Melayu di Bumi Lancang Kuning.
Ketua DPD FSPKSI Riau, Edtris, S.Psi, hadir langsung bersama jajaran pengurus di antaranya Sekretaris Zonny Hudri, Bendahara Alex Cowboy, Kabid Humas Dedi Surya Atmaja, Kabid OKK Bambang Irawan, serta Anggota Bidang OKK Zamzami. Sementara dari pihak LAMR, audiensi dipimpin Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Riau (MKAR) Datuk Seri H. Marjohan Yusuf bersama Ketua Dewan Pimpinan Harian Riau (DPHR) Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, serta sejumlah datuk jajaran pengurus lainnya.
Apresiasi FSPKSI: Pendidikan Riau Perlu Dukungan Semua Pihak
Dalam sambutannya, Ketua DPD FSPKSI Riau, Edtris, menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar LAMR. Ia menegaskan bahwa FSPKSI hadir sebagai wadah perjuangan pekerja kependidikan yang siap berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Riau.
“Kami sangat mengapresiasi sambutan hangat LAMR. Kehadiran kami bukan hanya untuk silaturahmi, tetapi juga untuk memperkenalkan FSPKSI Riau serta program-program jangka pendek yang telah kami susun. Sebagai organisasi baru, tentu kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga swasta. Kami siap bersinergi demi kemajuan pendidikan di Riau,” ujar Edtris.
Edtris menambahkan bahwa sinergi dengan lembaga adat sangat penting agar dunia pendidikan di Riau tidak hanya berfokus pada aspek akademis, tetapi juga mampu menginternalisasikan nilai budaya lokal dalam pembelajaran generasi muda.
LAMR: Pendidikan Harus Selaras dengan Budaya Melayu
Sementara itu, Ketua DPHR LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menegaskan pentingnya peran LAMR dalam menjaga, melestarikan, sekaligus mengembangkan nilai-nilai adat Melayu Riau. Ia menjelaskan bahwa LAMR terdiri dari tiga elemen utama, yakni Majelis Kerapatan Adat (MKA), Dewan Pimpinan Harian (DPH), dan Dewan Kehormatan Adat (DKA).
“LAMR memiliki visi mempertahankan, melestarikan, dan mengembangkan nilai-nilai adat serta budaya Melayu Riau. Dalam dunia pendidikan, peran kami adalah memastikan generasi muda tidak tercerabut dari akar budayanya. Itu sebabnya, kami mendukung muatan lokal bahasa Melayu, sejarah Melayu, hingga sosialisasi nilai adat di sekolah-sekolah,” tegasnya.
Datuk Taufik juga menekankan bahwa LAMR siap berkolaborasi dengan pemerintah, lembaga pendidikan, maupun organisasi kependidikan seperti FSPKSI, agar pembangunan pendidikan tetap selaras dengan tata nilai adat dan budaya Melayu Riau.
Pendidikan dan Budaya: Fondasi Generasi Riau yang Hebat
Pertemuan antara FSPKSI Riau dan LAMR ini dipandang sebagai momentum strategis untuk membangun pendidikan yang berbasis budaya lokal. Di tengah derasnya arus globalisasi, penguatan nilai budaya Melayu diyakini menjadi fondasi penting dalam mencetak generasi Riau yang berkarakter, beridentitas, dan berdaya saing tinggi.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya program-program kolaboratif antara FSPKSI Riau dan LAMR, baik dalam bentuk pelatihan, sosialisasi, hingga advokasi kebijakan pendidikan yang mengakar pada nilai budaya Melayu.
Dengan adanya dukungan lembaga adat, FSPKSI Riau optimis ke depan dunia pendidikan di Riau tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga kuat secara moral, sosial, dan budaya.























