TMMD ke-126 Kodim 0322 Siak: Sinergi TNI dan Pemkab Bangun Desa Mandiri
Pembukaan TMMD ke-126 Kodim 0322/Siak di Sungai Mandau dipimpin Wabup Syamsurizal. Program ini menjadi bukti nyata sinergi TNI, pemerintah, dan masyarakat membangun infrastruktur, memperkuat ketahanan pangan, serta menumbuhkan semangat gotong royong demi pemerataan pembangunan dan kesejahteraan rakyat di Kabupaten Siak.
SUNGAI MANDAU – JAGOK.CO — Pemerintah Kabupaten Siak bersama TNI kembali memperkuat sinergi dalam mempercepat pemerataan pembangunan desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-126 Kodim 0322/Siak.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara di Lapangan Upacara Kampung Muara Kelantan, Kecamatan Sungai Mandau, Rabu (8/10/2025).
Upacara pembukaan TMMD ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penyerahan alat kerja secara simbolis oleh Wabup Syamsurizal kepada perwakilan TNI, Polri, dan masyarakat. Turut hadir Forkopimda Kabupaten Siak, Camat Sungai Mandau, kepala kampung, tokoh masyarakat, serta ratusan pelajar yang ikut menyaksikan momentum kebersamaan tersebut.
TMMD: Bukti Nyata Sinergi TNI dan Pemerintah Membangun Desa
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas peran aktif TNI yang terus hadir melalui program TMMD sebagai ujung tombak pembangunan di wilayah pedesaan.
Menurutnya, kegiatan TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menghidupkan kembali nilai gotong royong, solidaritas, dan semangat kebangsaan di tengah masyarakat.
“TMMD ini bukan hanya kegiatan fisik semata, tetapi juga membangun semangat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Melalui kegiatan ini, kita bersama-sama memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kampung Muara Kelantan dan sekitarnya,” ujar Syamsurizal.
Fokus TMMD ke-126: Ketahanan Pangan, Infrastruktur, dan Air Bersih
Sementara itu, Komandan Kodim 0322/Siak, Letkol Czi Andy Kurniawan, S.Hub.Int, menjelaskan bahwa pelaksanaan TMMD ke-126 akan berlangsung selama 30 hari, mulai 8 Oktober hingga 6 November 2025, melibatkan ratusan personel TNI, Polri, unsur pemerintah daerah, serta masyarakat setempat.
“Fokus utama TMMD kali ini adalah mendukung ketahanan pangan, memperbaiki infrastruktur dasar, serta membantu kebutuhan masyarakat, seperti pembangunan MCK, ruang terbuka hijau, rehabilitasi rumah tidak layak huni, dan penyediaan air bersih melalui program TNI Manunggal Air Bersih (TMAB),” jelas Dandim.
Adapun kegiatan fisik yang akan dikerjakan meliputi rehabilitasi pintu air primer, semenisasi jalan sepanjang 700 meter, pembuatan sumur bor dan MCK, serta rehab dua unit rumah masyarakat kurang mampu.
Selain pembangunan fisik, TMMD ke-126 juga memprioritaskan kegiatan nonfisik, antara lain penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, hukum, kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta pencegahan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA).
TMMD Wujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional
Kegiatan TMMD ke-126 mengusung tema besar:
“Dengan Semangat TMMD Mewujudkan Pemerataan Pembangunan dan Ketahanan Nasional di Wilayah.”
Tema ini menegaskan komitmen kuat TNI dalam membantu pemerintah daerah mempercepat pembangunan hingga ke pelosok desa, terutama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil.
Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan bantuan paket sembako kepada keluarga kurang mampu sebagai bentuk kepedulian sosial dari TNI dan pemerintah daerah.
“Kami berharap TMMD menjadi sarana mempererat kemanunggalan TNI dan rakyat serta memperkuat semangat gotong royong untuk membangun negeri,” tambah Letkol Czi Andy Kurniawan.
TMMD Siak 2025: Dari Desa untuk Indonesia Maju
Melalui sinergi yang kokoh antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, pelaksanaan TMMD ke-126 Kodim 0322/Siak diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta memperkokoh semangat kebangsaan di Kabupaten Siak.
Program TMMD tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa infrastruktur baru, tetapi juga warisan sosial berupa solidaritas, gotong royong, dan semangat persatuan yang akan terus hidup di tengah masyarakat — menjadikan TMMD bukan sekadar program, melainkan gerakan nyata membangun negeri dari desa.























