TNI dan Warga Bangun Mushola di Trenggalek
Babinsa Ngentrong Jadi Penggerak Gotong Royong
JAGOK.CO - TRENGGALEK - Semangat gotong royong dan kebersamaan kembali menggema di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Sabtu (31/5/2025). Warga RT 09 RW 02 bersatu membangun Mushola Husnul Khotimah, yang dirancang sebagai pusat kegiatan ibadah, pembinaan karakter, dan penguatan nilai keagamaan bagi generasi muda.
Menariknya, pembangunan mushola ini turut melibatkan Sertu Purwanto, Babinsa Desa Ngentrong dari Koramil 0806-08/Karangan, yang terjun langsung ke lapangan dan bekerja bersama masyarakat tanpa sekat.
> “Saya hadir bukan untuk dilihat, tapi untuk ikut serta. Babinsa harus hidup dalam denyut nadi rakyat. Gotong royong adalah warisan luhur bangsa yang wajib kita jaga,” ujar Sertu Purwanto saat ditemui di lokasi pembangunan.

Peran Sertu Purwanto tak hanya sebagai aparat teritorial, tetapi juga sebagai penggerak semangat. Ia ikut mengangkat batu, mencampur semen, dan menjadi bagian utuh dari kerja bakti warga. Kehadiran TNI di tengah masyarakat ini menjadi representasi nyata dari fungsi Babinsa dalam mendukung pembangunan desa secara aktif dan humanis.
Kehadiran Babinsa disambut positif oleh warga. Ketua RT 09, Marjuki, menyatakan bahwa dukungan moril dan fisik dari TNI memberikan dorongan besar kepada warga.
> “Pak Purwanto bukan hanya bantu tenaga, tapi juga memotivasi kami. Saat kami lelah, beliau yang memberi semangat. Kami jadi merasa tidak sendiri,” ungkapnya.
Tak hanya warga dewasa, sejumlah pelajar yang sedang libur sekolah turut berpartisipasi dalam pembangunan. Mereka ikut mengangkut pasir dan membantu mempersiapkan pondasi mushola. Kepala Desa Ngentrong, Nurhadi, juga hadir dan memberikan apresiasi atas peran TNI dalam kegiatan sosial desa.
> “Pak Babinsa selalu hadir dalam kegiatan warga. Ini bukti bahwa **TNI adalah mitra rakyat sejati**. Peran beliau sangat membantu dan membangun solidaritas warga,” ujar Nurhadi.

Pemerintah Desa Ngentrong berkomitmen mendukung penuh pembangunan Mushola Husnul Khotimah, baik dari sisi administrasi maupun bantuan sosial desa. Dukungan ini menjadi bagian dari upaya sinergis membangun fasilitas keagamaan yang berfungsi sebagai pusat penguatan moral dan spiritual warga.
Mushola Husnul Khotimah dirancang bukan sekadar sebagai tempat ibadah shalat berjamaah, tetapi juga difungsikan sebagai tempat mengaji anak-anak, pelatihan akhlak, serta forum kajian keagamaan yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
> “Kami ingin mushola ini menjadi cahaya kecil di tengah kampung. Tempat anak-anak belajar agama dan tempat kami memperbaiki diri,” kata **Mbah Suroyo** (67), tokoh sepuh Desa Ngentrong.
Keterlibatan TNI dalam pembangunan tempat ibadah di desa menjadi bagian dari implementasi program pembinaan teritorial. Hal ini menegaskan komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam aspek sosial, kemanusiaan, dan keagamaan.
> “Selama rakyat butuh, TNI akan hadir. Karena TNI adalah anak kandung rakyat. Tugas kami tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tapi juga membangun kehidupan sosial yang lebih baik,” tegas Sertu Purwanto.
Semangat gotong royong antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi fondasi utama keberhasilan pembangunan Mushola Husnul Khotimah. Di Desa Ngentrong, Kecamatan Karangan, Trenggalek, yang dibangun bukan hanya bangunan mushola, tetapi juga kebersamaan, nilai persaudaraan, dan harapan akan masa depan yang lebih religius dan harmonis.























