Babinsa Dampingi Posyandu Sragen, Dukung Balita Sehat & Cegah Stunting

Babinsa Koramil 13/Sukodono Sragen aktif dampingi Posyandu Aster 5 Desa Pantirejo untuk mendukung kesehatan balita, pencegahan stunting, imunisasi, serta peningkatan kesadaran masyarakat.

Babinsa Dampingi Posyandu Sragen, Dukung Balita Sehat & Cegah Stunting
Dukung Balita Sehat dan Cegah Stunting, Babinsa Dampingi Posyandu di Sragen

JAGOK.CO – SRAGEN. Dalam rangka mendukung penuh program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta penguatan layanan keluarga berencana (KB), Babinsa Bendo Serka Joko Waliman bersama dua anggota Koramil 13/Sukodono Kodim 0725/Sragen aktif mendampingi kegiatan Posyandu Aster 5 di Dukuh Kweni RT 14 Desa Pantirejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen, Selasa (23/09/2025).

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya sebagai bentuk pengabdian TNI di wilayah binaan, tetapi juga untuk memastikan layanan kesehatan ibu dan anak berjalan lancar. Posyandu menjadi garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang balita, memberikan imunisasi, serta menjadi sarana edukasi mengenai pola hidup sehat dan gizi seimbang bagi masyarakat desa.

Serka Joko Waliman menjelaskan, layanan kesehatan yang diberikan mencakup penimbangan berat badan balita, pemberian imunisasi, hingga distribusi vitamin A. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tenaga medis puskesmas yang dibantu kader Posyandu, serta mendapat dukungan penuh dari Babinsa Desa Pantirejo.

“Selain membantu pelaksanaan Posyandu, kami juga mendorong para ibu agar rutin membawa anaknya ke Posyandu. Manfaatnya sangat besar, tidak hanya untuk kesehatan balita tetapi juga untuk mendukung program nasional pencegahan stunting,” ujar Serka Joko.

Peran Strategis Posyandu dan Babinsa dalam Cegah Stunting

Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia. Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2023, angka stunting nasional berada di kisaran 21,5 persen, sementara pemerintah menargetkan penurunan menjadi 14 persen pada tahun 2024. Untuk mewujudkan target tersebut, Posyandu menjadi ujung tombak dalam memberikan edukasi, pelayanan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.

Keterlibatan Babinsa dalam kegiatan Posyandu juga dinilai strategis, karena selain menjaga kondusivitas pelaksanaan, TNI memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat. Hal ini memperkuat kepercayaan warga untuk aktif mengikuti program pemerintah di bidang kesehatan.

“Posyandu tidak sekadar menimbang berat badan anak, tetapi juga memastikan mereka mendapat imunisasi lengkap, gizi seimbang, serta lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang optimal. Dengan demikian, generasi mendatang bisa tumbuh sehat, cerdas, dan bebas stunting,” tambah Serka Joko.

Harapan untuk Masyarakat

Dengan adanya sinergi antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemantauan kesehatan sejak dini. Pemerintah menegaskan bahwa pencegahan stunting bukan hanya tugas tenaga medis, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.

Desa Pantirejo melalui Posyandu Aster 5 berkomitmen untuk terus konsisten melaksanakan program kesehatan balita dan ibu hamil. Partisipasi masyarakat yang tinggi diharapkan dapat mempercepat pencapaian target nasional penurunan stunting dan melahirkan generasi emas Indonesia di masa depan.