Wako Agung Buka PON KC 2026 Pekanbaru, 766 Atlet Karate Perebutkan Piala Wali Kota

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho resmi membuka PON KC 2026 di GOR Gelanggang Remaja. Sebanyak 766 atlet karate dari Riau, Kepri dan Sumut bertanding memperebutkan Piala Wali Kota Pekanbaru.

Wako Agung Buka PON KC 2026 Pekanbaru, 766 Atlet Karate Perebutkan Piala Wali Kota
Perebutkan Piala Wali Kota Pekanbaru, Wako Agung Nugroho Resmi Buka PON KC 2026, Ratusan Karateka Siap Bertarung Junjung Sportivitas

PEKANBARU, JAGOK.CO – Atmosfer semangat olahraga dan persaudaraan antar atlet begitu terasa saat Pekanbaru Open National Karate Championship (PON KC) 2026 resmi dibuka oleh Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, Jumat (22/5/2026). Kejuaraan karate bergengsi yang memperebutkan Piala Wali Kota Pekanbaru tersebut dipusatkan di GOR Gelanggang Remaja, Jalan Jenderal Sudirman, dan dipadati ratusan atlet, pelatih, official hingga para pendukung dari berbagai daerah.

Turnamen berskala regional nasional ini menjadi salah satu agenda olahraga terbesar di Kota Pekanbaru tahun 2026. Sebanyak 766 atlet karate dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Riau, Kepulauan Riau hingga Sumatera Utara turut ambil bagian dalam ajang yang berlangsung selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Mei 2026.

Kejuaraan ini tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet usia dini hingga senior, sekaligus mengangkat citra Pekanbaru sebagai kota yang serius mendorong kemajuan olahraga prestasi di tingkat nasional.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa PON KC 2026 merupakan turnamen perdana perebutan Piala Wali Kota di masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota. Ia berharap event tersebut dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi ikon olahraga karate di Provinsi Riau.

“Ini adalah Piala Karate Cup Wali Kota pertama di masa kepemimpinan kami. Mudah-mudahan kejuaraan ini terus berlanjut setiap tahun dan semakin besar pelaksanaannya,” ujar Agung disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.

Agung juga memberikan pesan khusus kepada seluruh karateka yang berlaga agar menjunjung tinggi nilai sportivitas, disiplin dan kehormatan sebagai seorang atlet bela diri. Menurutnya, kemenangan sejati dalam olahraga bukan hanya soal medali, tetapi juga sikap dan karakter yang ditunjukkan selama pertandingan.

“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Untuk para wasit dan juri, kami berharap integritas dan netralitas benar-benar dijaga demi melahirkan pertandingan yang fair dan bermartabat,” tegasnya.

Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, Agung turut memberikan apresiasi kepada Federasi Olahraga Karate-do Indonesia atau Forki Pekanbaru yang dinilai sukses menghadirkan kompetisi berkualitas dan mampu menarik antusiasme besar dari masyarakat maupun komunitas karate di Sumatera.

Menurut Agung, olahraga karate memiliki basis penggemar dan pembinaan yang cukup kuat di Kota Pekanbaru. Karena itu, Pemerintah Kota berharap Forki dapat terus menghadirkan berbagai kompetisi dan program pembinaan atlet agar lahir karateka-karateka potensial yang mampu mengharumkan nama daerah di level nasional maupun internasional.

“Kita berharap ke depan Forki Kota Pekanbaru bisa membuat event yang lebih besar lagi, bahkan menghadirkan kejuaraan tingkat nasional di Kota Pekanbaru. Ini tentu akan berdampak positif bagi pembinaan atlet sekaligus sektor ekonomi dan pariwisata daerah,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Forki Pekanbaru, Ririn Handayani, menjelaskan bahwa PON KC 2026 mempertandingkan sebanyak 897 kelas dari berbagai kategori usia, mulai pra-dini, dini, cadet, junior hingga senior. Tingginya jumlah kelas dan peserta menunjukkan besarnya animo masyarakat terhadap olahraga karate di wilayah Sumatera.

Menurut Ririn, panitia juga telah menyiapkan hadiah uang pembinaan bagi para juara umum sebagai bentuk motivasi bagi para atlet dan kontingen yang tampil maksimal selama kompetisi berlangsung.

“Juara umum pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp20 juta, juara umum kedua Rp15 juta, dan juara umum ketiga Rp10 juta. InsyaAllah kejuaraan ini akan ditutup pada Minggu sore,” ungkapnya.

Kejuaraan PON KC 2026 diharapkan menjadi panggung lahirnya atlet-atlet muda potensial yang nantinya mampu membawa nama Pekanbaru, Riau dan Indonesia bersaing di level yang lebih tinggi. Di sisi lain, event ini juga menjadi simbol kebangkitan olahraga daerah yang tidak hanya fokus pada kompetisi, tetapi juga pembentukan karakter generasi muda melalui semangat disiplin, keberanian dan persaudaraan.