Deli Serdang Tekan Inflasi 3,80 Persen Berkat Program Ketahanan Pangan
Program unggulan ketahanan pangan di bawah kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan sukses menekan inflasi Deli Serdang menjadi 3,80 persen per Januari 2026 dan terendah di kelas menengah Sumatera Utara.
MEDAN | JAGOK.CO — Kerja keras, konsistensi kebijakan, serta kepemimpinan yang langsung menyentuh akar persoalan kembali membuahkan hasil manis. Kabupaten Deli Serdang, di bawah komando Bupati dr. Asri Ludin Tambunan, sukses mencatatkan prestasi membanggakan dengan menekan angka inflasi hingga 3,80 persen per Januari 2026, sekaligus menempatkan diri sebagai daerah dengan inflasi terendah di kelas menengah se-Provinsi Sumatera Utara.
Capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa program unggulan ketahanan pangan yang digencarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya berjalan di atas kertas, melainkan berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Sebelumnya, Deli Serdang sempat menjadi daerah dengan inflasi Year-on-Year (y-on-y) tertinggi di Sumatera Utara, mencapai 6,8 persen. Namun, melalui langkah strategis dan terukur, pemerintah daerah berhasil melakukan pembalikan keadaan (economic turnaround) dengan menekan inflasi secara signifikan menjadi 3,80 persen, sejajar bahkan lebih baik dibanding sejumlah kota besar.
Keberhasilan ini menempatkan Deli Serdang di peringkat keenam inflasi terendah tingkat provinsi, unggul dari daerah perkotaan seperti Kota Pematangsiantar dan Kota Padangsidimpuan, yang selama ini dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi regional.
Data Resmi BPS Perkuat Capaian Deli Serdang
Berdasarkan laporan resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara per Januari 2026, inflasi y-on-y Sumut secara keseluruhan tercatat sebesar 3,81 persen, dengan rincian inflasi kabupaten/kota sebagai berikut:
-
Kota Gunungsitoli: 8,68%
-
Kota Sibolga: 5,28%
-
Kota Padangsidimpuan: 4,99%
-
Kota Pematangsiantar: 4,70%
-
Kabupaten Deli Serdang: 3,80%
-
Kabupaten Labuhanbatu: 3,73%
-
Kota Medan: 3,70%
-
Kabupaten Karo: 2,73%
Data ini semakin menegaskan posisi strategis Deli Serdang sebagai penyangga stabilitas ekonomi Sumatera Utara, khususnya dalam pengendalian harga pangan dan bahan kebutuhan pokok.
Kerja Lapangan Intensif dan Strategi Terpadu
Penurunan inflasi yang signifikan tersebut bukan terjadi secara kebetulan. Bupati Asri Ludin Tambunan dikenal aktif turun langsung ke lapangan hampir setiap hari, memastikan distribusi pangan, produksi pertanian, serta pengendalian harga berjalan optimal.
Pemkab Deli Serdang menerapkan strategi terpadu mulai dari peningkatan produksi pertanian lokal, penguatan cadangan pangan, hingga sinergi lintas sektor dengan Bulog, pelaku UMKM, serta distributor bahan pokok.
“Pengendalian inflasi tidak bisa hanya mengandalkan rapat. Harus ada kehadiran pemerintah di lapangan, memastikan rantai pasok aman dan harga terkendali,” ujar Bupati dalam keterangannya.
Satgas Inflasi Awasi 156 Komoditas Strategis
Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Pemkab Deli Serdang mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Inflasi Daerah yang secara rutin memantau 156 komoditas penggerak inflasi, mulai dari beras, daging ayam ras, cabai, hingga komoditas energi.
Langkah konkret yang dilakukan meliputi:
-
Operasi pasar murah secara berkala
-
Subsidi pupuk dan sarana produksi bagi petani
-
Kolaborasi intensif dengan Bulog untuk stabilisasi beras
-
Intervensi harga pada komoditas rawan gejolak
“Hasilnya, Deli Serdang mampu lolos dari tekanan inflasi nasional yang fluktuatif,” tegas Bupati.
Deflasi Sumut Jadi Angin Segar bagi Masyarakat
Lebih menggembirakan lagi, Provinsi Sumatera Utara mengalami deflasi Month-to-Month (m-to-m) sebesar 0,75 persen dan Year-to-Date (y-to-d) 0,75 persen pada Januari 2026. Kondisi ini menandakan terjadinya penurunan harga secara umum, sehingga meringankan beban masyarakat, khususnya pasca-libur akhir tahun.
Meski inflasi Sumut masih dipengaruhi komoditas dominan seperti:
-
Tarif listrik (kontribusi 1,13%)
-
Emas perhiasan (0,90%)
-
Beras (0,30%)
-
Ikan dencis (0,26%)
-
Daging ayam ras (0,20%)
Namun, Deli Serdang berhasil meminimalkan dampak tersebut melalui kebijakan lokal yang adaptif dan responsif.
Inflasi Terkendali, Daya Beli Masyarakat Terjaga
Menurut Bupati Asri Ludin Tambunan, keberhasilan menekan inflasi membawa dampak langsung bagi kehidupan masyarakat, terutama keluarga kurang mampu dan pelaku usaha kecil.
“Dengan inflasi yang terkendali, harga sembako tetap terjangkau. Masyarakat bisa lebih fokus pada produktivitas, bukan terus-menerus dihantui kenaikan harga,” ungkapnya.
Ia menambahkan, stabilitas harga juga menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi inklusif, khususnya di sektor pertanian dan perdagangan yang menjadi tulang punggung ekonomi Deli Serdang.
Deli Serdang Jadi Contoh Nasional
Di tengah tantangan global berupa gejolak energi, perubahan iklim, dan ketidakpastian pasokan pangan, Deli Serdang membuktikan bahwa good governance di tingkat lokal mampu meredam badai ekonomi.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bahkan memberikan apresiasi terhadap capaian Sumatera Utara, termasuk Kabupaten Deli Serdang, sebagai role model pengendalian inflasi daerah.
Ke depan, Pemkab Deli Serdang berkomitmen mempertahankan tren positif ini melalui:
-
Percepatan digitalisasi pasar
-
Peningkatan infrastruktur logistik
-
Penguatan sistem distribusi pangan berbasis data
“Dengan stabilisasi ini, Deli Serdang bukan hanya menjaga kocek warga, tetapi juga membangun fondasi ekonomi berkelanjutan menuju visi Indonesia Emas 2045,” pungkas Bupati.
Reporter: Rizky Zulianda























