Pendidikan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Wali Kota Puji TK Biruni

Pentas Seni TK Biruni, Wali Kota Dorong PAUD Terapkan Pendidikan Berbasis Lingkungan

Pendidikan Cinta Lingkungan Sejak Dini, Wali Kota Puji TK Biruni
TK Biruni Jadi Model Sekolah Alam, Wali Kota Pekanbaru Beri Apresiasi

PEKANBARU – JAGOK.CO – Wali Kota Pekanbaru H. Agung Nugroho, S.E., M.M. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Taman Kanak-Kanak (TK) Biruni atas konsistensinya menerapkan konsep pendidikan berbasis cinta alam dan lingkungan selama lebih dari satu dekade. Konsep pendidikan inovatif ini dinilai sejalan dengan arah pembangunan sumber daya manusia yang berkelanjutan, sekaligus menjadi model pendidikan anak usia dini yang adaptif terhadap tantangan lingkungan modern.

Apresiasi tersebut disampaikan Wali Kota Agung saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi Pentas Seni TK Biruni yang digelar di Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya, Selasa (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam memperkuat pendidikan karakter sejak usia dini.

“Atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada TK Biruni. Saya juga menyampaikan rasa syukur mewakili seluruh orang tua murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah ini,” ujar Agung dalam sambutannya.

Sekolah Alam sebagai Model Pendidikan Masa Depan

TK Biruni telah berdiri lebih dari sepuluh tahun dan dikenal sebagai salah satu pionir sekolah berbasis alam di Kota Pekanbaru. Sekolah ini mengusung konsep pembelajaran terbuka yang menyatu dengan lingkungan, menghadirkan pengalaman belajar kontekstual yang tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga karakter, sosial, dan kecintaan terhadap alam.

“Di sini tidak ada ruang kelas yang tertutup. Semua terbuka dan menyatu dengan alam. Dari sisi kesehatan, konsep ini sangat baik karena dapat meminimalkan risiko penularan penyakit kepada anak-anak,” ujar Agung.

Menurut Agung, konsep pembelajaran di ruang terbuka memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi, bergerak aktif, dan belajar secara alami, sehingga berdampak positif terhadap perkembangan fisik, mental, dan emosional anak.

Satu-Satunya TK Berbasis Alam di Pekanbaru

Meski konsep sekolah alam telah berkembang di kota-kota besar seperti Jakarta dan Bandung, TK Biruni hingga kini menjadi satu-satunya taman kanak-kanak di Pekanbaru yang secara konsisten menerapkan pendidikan berbasis alam secara komprehensif. Hal ini menjadikan TK Biruni sebagai model pendidikan alternatif yang patut dijadikan rujukan bagi lembaga pendidikan anak usia dini lainnya.

Agung menegaskan bahwa konsep pendidikan TK Biruni sejalan dengan visi pembangunan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam membangun kesadaran cinta lingkungan sejak usia dini sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

“Kami ingin kesadaran mencintai alam dan lingkungan ini menjadi budaya. Anak-anak adalah kelompok yang paling cepat menangkap nilai-nilai tersebut, sehingga pendidikan lingkungan harus dimulai sejak dini,” tegas Agung.

Dorong PAUD Terapkan Pembelajaran Kontekstual dan Ekopedagogi

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Agung juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, khususnya bidang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), serta organisasi profesi guru seperti Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak (IGTK) dan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) untuk menjadikan TK Biruni sebagai benchmark atau percontohan metode pembelajaran inovatif berbasis alam.

Agung menekankan bahwa proses pembelajaran tidak boleh terbatas pada ruang kelas, tetapi harus diperluas melalui kunjungan edukatif ke alam, rumah kompos, rumah maggot, dan fasilitas pengelolaan sampah, sehingga anak-anak memperoleh pengalaman langsung tentang ekologi dan keberlanjutan lingkungan.

“Anak-anak perlu diajarkan cara memilah sampah organik dan nonorganik sejak dini. Pendidikan lingkungan harus dimulai dari rumah, lalu diperkuat di sekolah dengan peran aktif orang tua dan guru,” katanya.

Pentas Seni sebagai Sarana Penguatan Karakter dan Kepercayaan Diri

Selain menyoroti konsep pendidikan, Agung juga memberikan apresiasi terhadap keberanian dan kreativitas siswa TK Biruni yang tampil dalam pentas seni, mulai dari tarian tradisional hingga pembacaan pantun dan ekspresi seni lainnya. Menurutnya, kegiatan seni merupakan bagian penting dari pendidikan karakter yang membentuk rasa percaya diri, keberanian, serta kemampuan komunikasi anak.

“Jika sejak TK sudah berani tampil di atas panggung, kelak mereka akan menjadi generasi yang lebih percaya diri, kreatif, dan hebat. Pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan karakter,” tutur Agung, disambut tepuk tangan hadirin.

Peran Orang Tua dan Digital Parenting

Agung juga mengapresiasi peran aktif para wali murid yang dinilai kreatif dan inovatif dalam mendukung program sekolah, termasuk melalui pembuatan konten edukatif yang viral di media sosial. Menurutnya, keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak, baik secara langsung maupun melalui platform digital, menjadi faktor kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan adaptif terhadap era digital.

Di akhir pidatonya, Wali Kota Agung secara resmi membuka Pentas Seni TK Biruni, seraya berharap sekolah ini terus menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan anak usia dini di Pekanbaru dan Riau secara umum.