DPRD Dukung Strategi PAD Humanis
Bapenda Pekanbaru Jemput Bola Wajib Pajak
JAGOK.CO - PEKANBARU - Anggota DPRD Kota Pekanbaru dari Komisi II, Rizky Bagus Oka, menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap langkah progresif Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru yang mulai aktif menerapkan strategi pendekatan jemput bola kepada para wajib pajak daerah.
Menurut Rizky, terobosan ini merupakan langkah positif yang tidak hanya strategis dalam upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan berkelanjutan dalam pelayanan perpajakan.
“Langkah jemput bola yang dilakukan Bapenda Pekanbaru mencerminkan pelayanan publik yang responsif, adaptif, dan partisipatif. Saya sangat mendukung gerakan ini, karena pemerintah tidak sekadar menagih kewajiban pajak, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi, kemudahan, dan penjelasan manfaat pajak yang kembali dirasakan warga,” ujar Rizky, Kamis (29/5/2025).
Ia menekankan bahwa optimalisasi pajak daerah memiliki peran sentral dalam mendanai berbagai program strategis Pemerintah Kota Pekanbaru, mulai dari pembangunan infrastruktur kota, peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pemberdayaan pelaku UMKM lokal, hingga penanggulangan stunting yang kini menjadi isu prioritas nasional.
“Setiap rupiah dari pajak daerah Pekanbaru akan kembali kepada rakyat dalam wujud peningkatan kualitas jalan, pembangunan fasilitas umum yang lebih baik, serta program sosial yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Oleh karena itu, kesadaran kolektif mengenai pentingnya membayar pajak harus terus dibangun,” jelas Rizky.
Sebagai anggota Komisi II DPRD yang menjadi mitra kerja langsung Bapenda Kota Pekanbaru, Rizky mendorong agar strategi jemput bola pajak daerah ini turut diperkuat dengan program sosialisasi dan edukasi yang inklusif dan berkesinambungan.
“Saya berharap Bapenda tidak hanya fokus pada upaya penagihan, tetapi juga aktif menyampaikan edukasi kepada wajib pajak melalui pendekatan berbasis komunitas. Kita bisa masuk lewat struktur RT/RW, kalangan pelaku usaha, tokoh masyarakat, hingga organisasi kepemudaan, agar semangat membayar pajak menjadi bagian dari budaya masyarakat Kota Pekanbaru,” paparnya.
Lebih jauh, Rizky menyatakan kesiapannya untuk bersinergi bersama Bapenda dan seluruh pemangku kepentingan dalam memperkuat sistem pendataan pajak, mengembangkan layanan perpajakan berbasis digital, serta membangun kepercayaan publik terhadap akuntabilitas dan transparansi penggunaan dana pajak daerah.
“Jika pelayanan perpajakan dijalankan dengan baik, transparansi anggaran dijaga, dan komunikasi pemerintah dengan masyarakat dibangun secara terbuka dan dua arah, maka partisipasi masyarakat dalam membayar pajak akan tumbuh dengan sendirinya. Semangat inilah yang harus terus kita rawat demi mewujudkan Pekanbaru yang lebih maju, adil, dan sejahtera,” tutup Rizky.























