Diskominfoss Kuansing Pasang BTS Sementara Dukung MTQ Riau 2026
Diskominfoss Kuansing menghadirkan BTS sementara Telkomsel untuk memperkuat jaringan telekomunikasi dan mendukung kelancaran MTQ Provinsi Riau 2026.
TELUK KUANTAN, JAGOK.CO – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfoss) terus menunjukkan komitmen serius dalam memperkuat infrastruktur digital daerah menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Provinsi Riau Tahun 2026.
Langkah strategis yang diambil tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya besar transformasi digital di lingkungan pemerintahan. Salah satu fokus utama adalah memastikan kualitas jaringan telekomunikasi tetap stabil dan merata, khususnya di kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Kuansing yang menjadi pusat aktivitas pelayanan publik.
Sebagai bentuk konkret, Diskominfoss Kuansing mengajukan permohonan resmi kepada Telkomsel untuk menghadirkan Base Transceiver Station (BTS) sementara atau yang dikenal dengan mobile BTS (Combat). Kehadiran BTS sementara ini dinilai sangat krusial untuk mengatasi persoalan sinyal yang selama ini masih dirasakan belum optimal, terutama saat lonjakan aktivitas menjelang event berskala besar.
Permohonan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kominfo Kuansing, H. Doni Aprialdi, SH, MH, sebagai respons cepat terhadap kebutuhan peningkatan kualitas jaringan. Mengingat MTQ Provinsi Riau 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni 2026, kesiapan infrastruktur digital menjadi salah satu faktor penentu suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menindaklanjuti permohonan tersebut, Telkomsel melalui Manager Network Operation and Productivity Dumai, Fauzan Fajri, dalam surat balasan tertanggal 8 April 2026 menyatakan dukungan penuh. Telkomsel menyetujui pemasangan BTS sementara di titik strategis kawasan perkantoran Pemkab Kuansing guna memperkuat jaringan komunikasi dan internet.
Saat ini, BTS sementara tersebut telah resmi terpasang dan mulai beroperasi di area Kantor Diskominfoss Kuansing. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sinyal secara signifikan, baik untuk kebutuhan internal pemerintahan maupun untuk masyarakat yang mengakses layanan publik.
Kepala Dinas Kominfo Kuansing melalui Sekretaris Diskominfoss, Hevi Heri Antoni, M.Si, Kamis (30/4/2026), menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan publik berbasis digital yang lebih baik, cepat, dan responsif.
“Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus berupaya memastikan akses komunikasi yang lancar dan stabil, terutama di pusat pemerintahan. Menjelang MTQ Provinsi Riau 2026, kebutuhan jaringan yang kuat menjadi sangat vital untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia layanan telekomunikasi seperti Telkomsel menjadi kunci utama dalam mempercepat pemerataan akses digital di wilayah Kuansing.
“Kolaborasi ini sangat penting. Dengan hadirnya BTS sementara ini, kami berharap tidak ada lagi kendala sinyal di kawasan perkantoran. Sehingga aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, hingga dukungan terhadap event MTQ dapat berjalan optimal tanpa hambatan teknis,” tambahnya.
Tak hanya berdampak pada kelancaran event MTQ, penguatan jaringan ini juga memberikan efek jangka panjang terhadap peningkatan kualitas layanan digital di Kuantan Singingi. Infrastruktur yang lebih baik akan mendukung berbagai program e-government, digitalisasi layanan masyarakat, hingga penguatan sistem komunikasi antarinstansi.
Langkah progresif ini sekaligus menjadi bukti bahwa Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi tidak hanya fokus pada penyelenggaraan event seremonial, tetapi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk mempercepat pembangunan infrastruktur digital yang berkelanjutan.
Dengan kesiapan jaringan telekomunikasi yang semakin optimal, Kuansing diharapkan mampu menjadi tuan rumah MTQ Provinsi Riau 2026 yang sukses, sekaligus menunjukkan kesiapan daerah dalam menghadapi era transformasi digital yang terus berkembang.























