Hujan Merata di Riau Bantu Padamkan Karhutla, Nihil Titik Api

Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Riau beberapa hari terakhir, membantu pemadaman Karhutla. Saat ini Riau sudah nihil titik api, dengan patroli dan operasi modifikasi cuaca terus berjalan untuk cegah kebakaran.

Hujan Merata di Riau Bantu Padamkan Karhutla, Nihil Titik Api
Ilustrasi helikopter water bombing

JAGOK.CO - PEKANBARU - Hujan deras mengguyur provinsi Riau selama beberapa hari terakhir dengan intensitas cukup merata di berbagai wilayah. Curah hujan ini sangat membantu petugas pemadam kebakaran di lapangan dalam upaya memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang selama ini menjadi ancaman serius di Riau. Berkat kondisi cuaca ini, kini Riau dilaporkan sudah nihil adanya titik api (Firespot).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Pemadam Kebakaran Riau, M. Edy Afrizal, menyampaikan bahwa curah hujan yang mengguyur sejumlah daerah di Riau selama beberapa hari terakhir memiliki intensitas mulai dari sedang hingga lebat. Hujan ini juga terjadi di wilayah yang sebelumnya mengalami Karhutla.

“Alhamdulillah, Karhutla yang sempat terjadi di beberapa daerah di Riau kini sudah berhasil dipadamkan. Hujan yang mengguyur secara merata sangat membantu proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan yang sedang berlangsung,” ujar Edy Afrizal saat ditemui, Selasa (tanggal).

Dengan kondisi curah hujan yang merata ini, sampai saat ini Riau sudah terbebas dari keberadaan Firespot atau titik api yang menandakan adanya kebakaran aktif di lahan dan hutan. Meski demikian, masih ada beberapa hotspot yang terpantau di sejumlah daerah, namun bukan merupakan titik api yang membahayakan.

“Kalau Firespot sudah nihil, namun hotspot masih ada. Hotspot ini bukan berarti kebakaran hutan, bisa saja panas yang terdeteksi berasal dari aktivitas industri atau pabrik-pabrik yang ada di sekitar lokasi,” jelasnya.

Meskipun situasi titik api sudah aman, helikopter water bombing di Riau tetap disiagakan (standby) untuk antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran baru. Petugas juga terus melaksanakan patroli intensif untuk menjaga keamanan dan mencegah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi.

“Helikopter water bombing siap digunakan kapan saja, tetapi patroli lapangan tetap menjadi prioritas utama dalam pencegahan Karhutla,” tambah Edy Afrizal.

Selain itu, upaya pencegahan kebakaran dengan menggunakan teknologi modifikasi cuaca (Operasi Modifikasi Cuaca/OMC) masih terus dijalankan secara aktif. Kali ini, Kementerian Kehutanan mengambil peran penting dalam pelaksanaan OMC, yang masih berlangsung karena masih terdapat awan potensial untuk menurunkan hujan.

“Kegiatan OMC oleh Kementerian Kehutanan masih berlanjut. Diharapkan dengan upaya ini, hujan akan terus turun dan secara efektif mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Riau,” tutup Edy Afrizal.

Dengan kondisi cuaca yang mendukung serta langkah antisipasi yang terus dilakukan oleh berbagai pihak, masyarakat Riau diharapkan tetap waspada sekaligus mendukung upaya pemadaman Karhutla agar Riau tetap hijau dan aman dari kebakaran.