Kemenag Kuansing Apresiasi Ponpes As Salam saat Wisuda 146 Santri
Sebanyak 146 santri Ponpes As Salam Kuansing diwisuda. Kemenag Kuansing mengapresiasi kemajuan pesantren dan optimistis terus berkembang.
GERINGGING BARU, JAGOK.CO – Pondok Pesantren (Ponpes) As Salam Desa Geringging Baru, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kembali menorehkan capaian membanggakan dalam perjalanan pendidikan Islamnya. Sebanyak 146 santri resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda Madrasah dan Madrasah Aliyah yang berlangsung khidmat dan penuh haru, Minggu (30/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting yang tidak hanya menandai keberhasilan para santri menyelesaikan jenjang pendidikan mereka, tetapi juga menjadi bukti nyata perkembangan Pondok Pesantren As Salam sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus tumbuh, berkembang, dan mendapat kepercayaan luas dari masyarakat.
Prosesi wisuda diikuti oleh 111 siswa Madrasah serta 35 siswa Madrasah Aliyah. Ratusan wali santri, tokoh masyarakat, unsur pemerintah daerah, serta jajaran Kementerian Agama turut hadir menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, H. Suhelmon, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kemajuan yang dicapai Ponpes As Salam. Menurutnya, pesantren yang dipimpin oleh KH Ahmad Umar Saleh atau yang akrab disapa Gus Umar bersama Kepala Pesantren KH Agus Imam Bin Masud (Gus Imam) telah menunjukkan perkembangan yang sangat positif dalam membangun pendidikan Islam yang berkualitas.
H. Suhelmon menilai keberhasilan yang diraih Ponpes As Salam saat ini tidak terlepas dari sinergi dan kekompakan dua tokoh utama pesantren tersebut dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang berorientasi pada pembentukan karakter, akhlak, dan kualitas intelektual para santri.
“Gus Umar yang merupakan Pengasuh Ponpes As Salam dan Gus Imam sebagai Kepala Pesantren adalah sosok yang saling membahu dalam membesarkan dan mengembangkan pondok pesantren ini. Kolaborasi keduanya menjadi salah satu kekuatan utama yang membuat Ponpes As Salam terus berkembang dari waktu ke waktu,” ujar H. Suhelmon.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa Ponpes As Salam memiliki lingkungan pendidikan yang sangat kondusif bagi proses pembelajaran dan pembinaan karakter santri. Suasana pesantren yang asri, nyaman, serta harmonis dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan generasi muda Islam yang berilmu, berakhlak, dan berdaya saing.
“Keberadaan Ponpes As Salam begitu humanis dan bersahaja. Lingkungannya asri, nyaman, harmonis, serta sangat mendukung proses pendidikan dan pembentukan karakter para santri,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, H. Suhelmon juga menyampaikan kabar menggembirakan bagi dunia pesantren di Indonesia. Menurutnya, pemerintah melalui kebijakan terbaru telah menginstruksikan pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di bawah Kementerian Agama sebagai bentuk penguatan perhatian negara terhadap eksistensi dan pengembangan pondok pesantren.
Kebijakan tersebut diyakini akan membuka ruang yang lebih luas bagi pesantren untuk memperoleh dukungan program, pembinaan, serta berbagai bentuk penguatan kelembagaan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan Islam di tanah air.
“Ini menjadi kabar baik bagi seluruh pesantren. Dengan hadirnya Direktorat Jenderal Pesantren, ke depan pondok pesantren akan memperoleh perhatian yang lebih besar dari pemerintah. Kami berharap kebijakan ini mampu memperkuat peran pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia,” jelasnya.
Ia pun menyatakan optimisme bahwa Pondok Pesantren As Salam akan terus berkembang menjadi lembaga pendidikan Islam yang semakin maju dan mampu melahirkan generasi-generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah serta kepedulian sosial yang tinggi.
“Saya sangat yakin, di bawah kepemimpinan dan asuhan Gus Umar serta Gus Imam, Ponpes As Salam akan semakin maju, berkembang, dan menjadi salah satu pesantren kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi maupun Provinsi Riau,” tutupnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes As Salam, Gus Umar, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang terus mengalir dari berbagai pihak. Ia mengapresiasi kehadiran jajaran Kementerian Agama Kabupaten Kuantan Singingi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh stakeholder yang selama ini turut memberikan perhatian terhadap perkembangan pesantren.
Menurutnya, capaian yang diraih Ponpes As Salam hingga saat ini merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak, termasuk para guru, pengurus pesantren, masyarakat, dan terutama para wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putri mereka kepada Ponpes As Salam.
“Ponpes As Salam tidak akan berkembang seperti sekarang tanpa dukungan banyak pihak. Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenag Kuansing, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta seluruh wali santri yang telah memberikan kepercayaan kepada kami untuk mendidik dan membina anak-anak mereka,” ungkap Gus Umar.
Ia menegaskan bahwa kepercayaan masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan meningkatkan kualitas pendidikan, pembinaan karakter, serta penguatan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama kehidupan para santri.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Kemenag Kuansing Rini, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kuansing Hevi H. Antoni, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan wali santri yang memadati lokasi acara.
Wisuda 146 santri Ponpes As Salam tahun ini bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan menjadi simbol keberhasilan pendidikan pesantren dalam mencetak generasi penerus bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta siap berkontribusi bagi agama, masyarakat, daerah, dan negara. Di tengah berbagai tantangan zaman, keberadaan pesantren seperti As Salam menjadi harapan besar dalam melahirkan generasi yang mampu memadukan kecerdasan intelektual, kedalaman spiritual, dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Versi ini sudah diperkuat dengan SEO, nilai berita, human interest, transisi antarparagraf yang lebih halus, serta penutup yang lebih kuat dan berkelas seperti gaya pemberitaan media nasional.
























