Panglima Zuriyat Kesultanan Siak Ucapkan Tahniah kepada Afni: Harapan untuk Kepemimpinan Amanah dan Pelestarian Budaya Melayu

JAGOK

Panglima Zuriyat Kesultanan Siak Ucapkan Tahniah kepada Afni: Harapan untuk Kepemimpinan Amanah dan Pelestarian Budaya Melayu
Panglima Zuriyat Kesultanan Siak Ucapkan Tahniah kepada Afni: Harapan untuk Kepemimpinan Amanah dan Pelestarian Budaya Melayu

JAGOK.CO - SIAK - Ucapan selamat atas kemenangan Afni dalam Pilkada Kabupaten Siak 2025 terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat, termasuk dari tokoh adat dan keturunan kerajaan. Salah satu ucapan tahniah yang penuh makna datang dari Panglima Zuriyat Kesultanan Siak, Tengku Said Abdullah, yang merupakan keturunan langsung Sultan Hasyim, salah satu tokoh sentral dalam sejarah Kesultanan Siak Sri Indrapura, kerajaan Melayu terbesar di pesisir timur Sumatera.

“Atas nama zuriyat Kesultanan Siak, kami menyampaikan tahniah yang tulus kepada Afni. Semoga kepemimpinan beliau amanah, bijaksana, dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Siak,” ucap Tengku Said Abdullah, Senin (5/5/2025).

Sebagai bagian dari darah biru Kesultanan Siak, Tengku Said Abdullah menekankan pentingnya pemimpin yang memahami akar sejarah dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat budaya Melayu yang telah mengakar kuat dalam masyarakat Siak.

“Siak ini bukan hanya entitas administratif modern. Ini adalah tanah warisan kerajaan, negeri beradat yang memiliki jati diri kuat. Pemimpin Siak harus menjunjung tinggi marwah, adat istiadat, dan nilai budaya Melayu,” tegasnya dengan penuh harap.

Warisan Kesultanan Siak Masih Hidup dalam Masyarakat Modern

Kesultanan Siak Sri Indrapura, yang berdiri pada tahun 1723, merupakan salah satu kerajaan Islam Melayu terkuat dan paling berpengaruh di wilayah Sumatera Timur. Didirikan oleh Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, kerajaan ini mencapai puncak kejayaan di bawah kepemimpinan Sultan Syarif Kasim II, sosok nasionalis yang tercatat dalam sejarah karena menyerahkan kekayaan dan wilayah kekuasaan kerajaan kepada Republik Indonesia pasca kemerdekaan.

Warisan budaya dan sejarah Kesultanan Siak masih sangat terasa hingga kini. Simbol-simbol kejayaan seperti Istana Siak, Masjid Syahabuddin, dan prosesi adat Melayu masih dijaga sebagai bagian dari identitas Siak. Masyarakat dan tokoh adat terus berupaya agar nilai-nilai budaya tidak luntur di tengah arus modernisasi.

Tengku Said Abdullah menyampaikan harapannya agar kepemimpinan Afni di periode mendatang mampu menjembatani semangat pembangunan modern dengan pelestarian sejarah dan budaya Melayu yang menjadi identitas utama Kabupaten Siak.

“Kemenangan Afni ini bukan sekadar kemenangan politik, tetapi juga amanah besar untuk menjaga warisan leluhur. Ini adalah tanggung jawab untuk memastikan bahwa Siak tetap menjadi negeri beradat, bermarwah, dan penuh keberkahan,” tutupnya.