Patroli Gabungan TNI-Polri dan TNGM di Lereng Merapi Cegah Karhutla Boyolali
Personel TNI-Polri, TNGM, Polhut, dan Satpol PP Boyolali gelar patroli gabungan di lereng Gunung Merapi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau. Kegiatan menyusuri jalur pendakian, memberi imbauan warga dan wisatawan agar tidak menyalakan api atau membuang puntung rokok sembarangan.
BOYOLALI — JAGOK.CO — Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan lereng Gunung Merapi yang rawan selama musim kemarau, personel TNI-Polri bersama petugas Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) dan Polisi Kehutanan (Polhut) melaksanakan patroli gabungan di wilayah Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Sabtu (12/10/2025).
Patroli dipimpin Babinsa Koramil 07/Selo Kodim 0724/Boyolali, Serma Mustarom, berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Satpol PP Kecamatan Selo. Rombongan menyusuri jalur pendakian Merapi serta sejumlah titik wisata alam yang kerap ramai dikunjungi wisatawan dan pendaki.
Selama patroli, tim tidak hanya melakukan pemantauan terhadap kondisi vegetasi dan area hutan, tetapi juga memberikan sosialisasi dan imbauan langsung kepada masyarakat sekitar serta para pengunjung. Mereka diminta tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu karhutla, seperti membakar sampah, menyalakan api unggun sembarangan, atau membuang puntung rokok di area hutan dan semak kering.
“Patroli ini merupakan langkah preventif dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan, terutama di musim kemarau yang rentan seperti sekarang,” ujar Serma Mustarom. “Kami berharap masyarakat turut aktif menjaga kelestarian lingkungan dan tidak abai terhadap risiko sekecil apa pun.”
Sinergi antara TNI, Polri, petugas TNGM, Polhut, dan aparat kecamatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor dalam melindungi kawasan konservasi Gunung Merapi dari ancaman kebakaran hutan dan degradasi ekosistem. Upaya terpadu ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam serta meminimalkan dampak perubahan iklim di wilayah pegunungan Jawa Tengah.
Kegiatan patroli karhutla tersebut berlangsung aman dan kondusif. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, seluruh titik yang disusuri berada dalam kondisi terkendali dan bebas dari indikasi kebakaran. Meski demikian, aparat tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat suhu udara yang tinggi dan kondisi lahan yang mulai kering dapat memicu percikan api kecil menjadi kebakaran besar.
Langkah-langkah seperti ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat sekitar lereng Merapi akan pentingnya menjaga alam dan mencegah karhutla sejak dini, demi keberlanjutan ekosistem, pariwisata, dan kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada kelestarian hutan Gunung Merapi.























