Tanam Serempak OPLAH 2026, Siak Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Pemerintah Kabupaten Siak menggelar Gerakan Tanam Serempak OPLAH 2026 di Sabak Auh sebagai bagian dari program swasembada pangan nasional. Optimalisasi lahan, pertanian modern, dan dukungan Brigade Pangan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas padi serta kesejahteraan petani.
SABAK AUH, JAGOK.CO – Pemerintah Kabupaten Siak kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung program Swasembada Pangan Nasional melalui pelaksanaan Gerakan Tanam Serempak Optimalisasi Lahan (OPLAH) 2025 yang dipusatkan di BP Maju Sejahtera, Kampung Belading, Kecamatan Sabak Auh, Sabtu (18/7/2026). Program strategis tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan Indonesia sekaligus mendorong peningkatan produktivitas pertanian berbasis modernisasi dan optimalisasi lahan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Serempak Nasional yang dilaksanakan secara serentak di 25 provinsi sebagai implementasi percepatan program swasembada pangan yang digagas pemerintah pusat. Melalui pemanfaatan lahan hasil Optimalisasi Lahan (OPLAH) dan program Cetak Sawah Rakyat (CSR), pemerintah berupaya mempercepat masa tanam pascapanen sehingga indeks pertanaman meningkat dan produksi beras nasional semakin kuat dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan global.
Pusat pelaksanaan kegiatan nasional berlangsung di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, sementara seluruh daerah sentra produksi pangan, termasuk Kabupaten Siak, mengikuti rangkaian kegiatan secara daring sebagai bentuk sinergi lintas daerah dalam mendukung agenda strategis sektor pertanian Indonesia.
Di Kabupaten Siak, kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Siak Laiskar Jaya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Siak Kaharuddin, Kepala Balai Riset dan Mekanisasi Pertanian (BRMP) Riau sekaligus Penanggung Jawab Swasembada Pangan Provinsi Riau Agus W. Anggra, Plt. Kepala Balai Besar Pertanian Lembang sekaligus Penanggung Jawab Optimalisasi Lahan Provinsi Riau Adi Destriadi, jajaran Kodim 0322/Siak, Sekretaris Camat Sabak Auh, Brigade Pangan, penyuluh pertanian, pendamping pertanian Kecamatan Sabak Auh dan Bungaraya, serta para petani yang menjadi ujung tombak pembangunan sektor pangan daerah.

Gerakan tanam serempak di Kabupaten Siak juga diwarnai dengan dialog nasional secara virtual bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI, Dr. Idha Widi Arsanti, S.P., M.P. Dialog tersebut menjadi momentum penyamaan langkah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pencapaian target swasembada pangan nasional melalui penguatan kelembagaan petani, modernisasi pertanian, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Siak Syamsurizal menegaskan bahwa Kabupaten Siak memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu daerah penyangga utama ketahanan pangan di Provinsi Riau. Menurutnya, potensi lahan pertanian yang luas serta dukungan pemerintah terhadap modernisasi sektor pertanian menjadi modal penting dalam meningkatkan produksi pangan secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini luas lahan Optimalisasi Lahan (OPLAH) di Kabupaten Siak telah mencapai 873 hektare yang dikelola melalui empat Brigade Pangan. Selain itu, pemerintah juga tengah mempersiapkan pengembangan sekitar 600 hektare lahan tambahan yang saat ini memasuki tahapan konstruksi sebagai bagian dari perluasan kawasan produksi pangan.
"Langkah ini merupakan bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Siak dalam mendukung program prioritas nasional di bidang ketahanan pangan. Dengan optimalisasi lahan yang terus dikembangkan, kami optimistis mampu meningkatkan kapasitas produksi pertanian sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat," ujar Syamsurizal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak mulai menerapkan Sistem PMAAS (Pertanian Modern Advance Agrikultur Sistem) sebagai bagian dari transformasi menuju pertanian modern yang berbasis teknologi. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi budidaya, mempercepat proses tanam, mengoptimalkan penggunaan sarana produksi, hingga meningkatkan kualitas hasil panen.
Penerapan teknologi pertanian modern tersebut diyakini menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja pertanian, dan kebutuhan pangan nasional yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

"Dengan sistem pertanian modern ini, kami menargetkan produktivitas yang sebelumnya sekitar 5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 10 ton per hektare. Ini menjadi langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah," ungkapnya.
Syamsurizal menambahkan, keberhasilan program swasembada pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan lahan, tetapi juga memerlukan dukungan sarana dan prasarana pertanian yang memadai. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Siak berharap pemerintah pusat dapat terus memberikan perhatian melalui penambahan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih unggul, serta berbagai dukungan teknis lainnya bagi Brigade Pangan yang telah terbentuk.
Menurutnya, keberadaan Brigade Pangan menjadi elemen strategis dalam mendukung percepatan tanam, peningkatan produktivitas, hingga pendampingan petani di lapangan agar mampu mengadopsi teknologi pertanian modern secara optimal.

"Bantuan alsintan dan benih unggul sangat dibutuhkan agar empat Brigade Pangan yang telah terbentuk dapat bekerja lebih maksimal. Kami berharap dukungan tersebut dapat segera direalisasikan sehingga target peningkatan produksi pangan, peningkatan indeks pertanaman, dan kesejahteraan petani dapat tercapai sesuai harapan," katanya.
Gerakan Tanam Serempak OPLAH 2026 di Kabupaten Siak menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, serta masyarakat petani dalam membangun sektor pertanian yang tangguh, modern, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemerintah Kabupaten Siak optimistis mampu meningkatkan indeks pertanaman, memperluas areal tanam, meningkatkan produktivitas padi secara signifikan, serta memperkuat posisi Kabupaten Siak sebagai salah satu lumbung pangan strategis di Provinsi Riau yang berkontribusi terhadap pencapaian Swasembada Pangan Nasional. Dengan semangat gotong royong, inovasi teknologi, dan dukungan berbagai pihak, Kabupaten Siak terus melangkah menjadi daerah yang mampu menghadirkan pertanian maju, petani sejahtera, dan ketahanan pangan yang semakin kokoh bagi Indonesia.

























