Wabup Kampar Misharti Sosialisasikan Bahaya HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kampar Kiri
Wakil Bupati Kampar sekaligus Ketua KPA Kabupaten Kampar, Dr. Hj. Misharti, menghadiri kegiatan edukasi dan sosialisasi HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kampar Kiri. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelajar tentang bahaya HIV/AIDS, cara pencegahan, serta pentingnya menjauhi perilaku berisiko. Pemerintah daerah menegaskan komitmen menekan penyebaran HIV/AIDS melalui edukasi, layanan kesehatan, dan kolaborasi semua pihak.
KAMPAR KIRI — JAGOK.CO – Wakil Bupati Kampar Dr. Hj. Misharti, S.Ag., M.Si., yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Kampar, menghadiri kegiatan Edukasi dan Sosialisasi HIV/AIDS di SMA Negeri 1 Kampar Kiri, Selasa (11/11). Kegiatan ini menjadi bagian dari program strategis Pemerintah Kabupaten Kampar dalam menguatkan literasi kesehatan, khususnya terkait pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja.
Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kesadaran siswa mengenai bahaya HIV/AIDS, pola penularan, hingga pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta menjauhi perilaku berisiko yang dapat mengancam masa depan generasi muda.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Sekretariat KPA Kabupaten Kampar Arizon, SE, Plt. Camat Kampar Kiri, Kepala SMA Negeri 1 Kampar Kiri, serta unsur pengurus KPA dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan komitmen bersama untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS di tingkat pendidikan.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kampar Misharti menegaskan bahwa edukasi mengenai HIV/AIDS harus diberikan sejak dini, terutama bagi para pelajar yang berada pada fase pencarian jati diri dan rentan mendapatkan informasi keliru dari media sosial maupun lingkungan pergaulan.
“Anak-anak kita adalah harapan masa depan Kampar. Mereka perlu memahami bagaimana melindungi diri dari ancaman HIV/AIDS dan menjauhi perilaku berisiko. Edukasi seperti ini adalah benteng utama pencegahan,” ujar Misharti.
Sebagai Ketua KPA Kabupaten Kampar, Misharti juga menekankan komitmen pemerintah dalam menekan angka penyebaran HIV/AIDS melalui pendekatan edukatif, preventif, dan kolaboratif. Mulai dari perluasan kegiatan sosialisasi di sekolah, peningkatan layanan kesehatan, hingga pendampingan bagi ODHA (Orang dengan HIV/AIDS) agar memperoleh akses perawatan yang layak dan berkelanjutan.
Tidak hanya itu, Misharti mengajak seluruh elemen masyarakat—mulai dari sekolah, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, hingga orang tua—untuk turut serta memperkuat gerakan pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Kampar. Sinergi berbagai pihak dinilai menjadi kunci keberhasilan menekan penyebaran penyakit ini.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan para pelajar, khususnya di Kecamatan Kampar Kiri, semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan, menjauhi narkoba, serta mampu menjadi agen perubahan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Edukasi berkelanjutan seperti ini diyakini dapat membentuk generasi muda Kampar yang lebih sadar kesehatan, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan masa depan.























