Wabup Muzamil Buka Desa Cantik 2026, Meranti Perkuat Pembangunan Berbasis Data
Wabup Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin membuka Program Desa Cantik 2026 untuk memperkuat pembangunan desa berbasis data akurat, digitalisasi, dan pengentasan stunting.
MERANTI, JAGOK.CO – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan daerah yang terukur, tepat sasaran, dan berkelanjutan melalui penguatan sistem data statistik desa. Komitmen itu ditandai dengan dibukanya kegiatan Pencanangan dan Pembinaan Desa/Kelurahan Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Kamis (7/5/2026).
Program Desa Cantik yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang modern, adaptif, dan berbasis data akurat. Melalui program ini, desa diharapkan tidak lagi hanya menjadi objek pembangunan, tetapi mampu menjadi pusat pengelolaan data yang valid demi mendukung percepatan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menegaskan bahwa data kini menjadi fondasi utama dalam menentukan arah kebijakan pembangunan daerah di tengah era transformasi digital yang berkembang sangat cepat.
Menurutnya, pembangunan tanpa didukung data yang valid hanya akan melahirkan kebijakan yang tidak tepat sasaran dan berpotensi menghambat kemajuan daerah.
“Di era digital saat ini, data menjadi tulang punggung pembangunan. Saya pribadi sangat percaya dengan data. Tanpa data yang baik, pembangunan akan berjalan tanpa arah,” ujar Muzamil Baharudin di hadapan peserta kegiatan.
Ia menekankan bahwa data statistik yang akurat, mutakhir, dan komprehensif sangat dibutuhkan pemerintah dalam merumuskan kebijakan publik, mulai dari penanganan kemiskinan, pengentasan stunting, pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga pembangunan ekonomi masyarakat desa.
Karena itu, Muzamil mengajak seluruh elemen masyarakat, aparatur desa, hingga pemangku kepentingan untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya data sebagai instrumen utama pembangunan.
Menurutnya, masih terdapat sebagian pihak yang meragukan validitas data statistik, termasuk terkait angka penurunan kemiskinan maupun stunting di Kabupaten Kepulauan Meranti. Padahal, kata dia, data merupakan representasi fakta lapangan yang harus dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.
“Kita harus sadar dan percaya terhadap data. Jangan sampai ego dan opini mengalahkan fakta di lapangan. Data yang baik akan mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Muzamil juga menyoroti pentingnya perubahan pola pikir dan kemampuan beradaptasi di tengah perkembangan teknologi informasi yang kini telah menjangkau hingga pelosok desa. Ia menilai, tantangan utama saat ini bukan lagi soal kemampuan, melainkan kemauan untuk berubah mengikuti perkembangan zaman.
“Persoalannya hari ini bukan bisa atau tidak bisa, tapi mau atau tidak mau berubah. Semua bisa dilakukan jika ada kemauan,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi refleksi bahwa pembangunan desa modern tidak lagi dapat dipisahkan dari pemanfaatan teknologi digital dan sistem data terintegrasi. Desa yang mampu mengelola data secara baik diyakini akan lebih siap menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.
Dalam kesempatan itu, Muzamil juga menegaskan bahwa data memiliki peran sangat penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat, terutama penanganan stunting yang masih menjadi perhatian nasional.
Menurutnya, tanpa data yang detail dan terukur, pemerintah akan kesulitan menentukan langkah intervensi yang efektif.
“Kalau kita ingin menurunkan angka stunting, kita harus tahu di mana titik masalahnya, apa penyebabnya, bagaimana kondisi lingkungannya. Tanpa data, kita seperti berlayar tanpa peta,” ujarnya penuh makna.
Sementara itu, Kepala BPS Kepulauan Meranti, Desi Ratnasari, menjelaskan bahwa Program Desa Cantik merupakan program pembinaan statistik sektoral yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Badan Pusat Statistik guna meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengelola dan memanfaatkan data statistik.
Menurut Desi, desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas data desa menjadi sangat penting agar setiap kebijakan pembangunan dapat disusun berdasarkan kebutuhan riil masyarakat.
“Dengan data yang berkualitas, pembangunan desa dapat lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Program Desa Cantik juga selaras dengan agenda pembangunan nasional yang menitikberatkan pada pembangunan dari desa, penguatan ekonomi kerakyatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik berbasis digitalisasi.
Melalui program tersebut, desa diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan data yang lebih tertata, transparan, dan terintegrasi sehingga dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih efektif dan efisien.
Di sisi lain, Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Riau, Prayudho Bagus Jatmiko, yang hadir mewakili Kepala BPS Provinsi Riau, menyebut Program Desa Cantik bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan sebuah langkah nyata dalam membangun peradaban desa berbasis data.
Menurut Prayudho, konsep utama Desa Cantik adalah menciptakan kemandirian data di tingkat desa melalui sistem statistik yang saling terhubung dan terintegrasi.
“Semua data yang masuk ke desa nantinya dapat terintegrasi dalam satu sistem. Dengan begitu, pemerintah desa maupun pemerintah daerah dapat mengambil keputusan secara cepat, tepat dan berbasis data real time,” jelasnya.
Ia optimistis Program Desa Cantik mampu menjadi instrumen penting dalam memperkuat efektivitas pembangunan desa, mempercepat pengentasan kemiskinan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Karena itu, Prayudho mendorong agar implementasi Program Desa Cantik dapat diperluas secara masif ke seluruh desa di Provinsi Riau agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke tingkat paling bawah.
Kegiatan pencanangan Desa Cantik Tahun 2026 tersebut juga dirangkaikan dengan sosialisasi pentingnya sensus ekonomi, penguatan statistik sektoral, serta peningkatan kolaborasi antarinstansi dalam mendukung pembangunan daerah berbasis data di Kabupaten Kepulauan Meranti.
Melalui Program Desa Cantik, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap lahir ekosistem pembangunan desa yang lebih modern, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Sebab di tengah derasnya arus transformasi digital, data bukan lagi sekadar angka, melainkan fondasi utama dalam menentukan masa depan pembangunan daerah yang berkeadilan dan berkelanjutan.

























