Babinsa Sragen Bantu Petani Tanam Padi di Tengah Terik dan Lumpur

Babinsa Sragen terjun langsung bantu petani tanam padi di Desa Blangu, wujud nyata sinergi TNI dan rakyat demi ketahanan pangan desa.

Babinsa Sragen Bantu Petani Tanam Padi di Tengah Terik dan Lumpur
Babinsa Sragen Bantu Petani Tanam Padi, Berpeluh di Tengah Terik dan Lumpur Demi Ketahanan Pangan Desa

JAGOK.CO – SRAGEN | Jumat, 1 Agustus 2025 – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan memberdayakan petani lokal, Babinsa Koramil 12/Gesi Kodim 0725/Sragen terus menunjukkan dedikasi luar biasa. Salah satunya terlihat di Desa Blangu, Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen, di mana Serka Tri Mawardi, Babinsa setempat, turun langsung ke sawah membantu para petani menanam padi di tengah sengatan matahari dan genangan lumpur.

Di tengah geliat kehidupan pedesaan yang penuh dinamika, kehadiran Babinsa di sektor pertanian menjadi penguat penting dalam pembangunan desa berbasis ketahanan pangan. Serka Tri Mawardi, yang dikenal dekat dengan masyarakat, tak ragu turun tangan ke lahan sawah. Dengan penuh semangat, ia bersama petani menanam padi satu per satu, merasakan langsung beratnya lumpur yang melekat di kaki dan pakaian. Teriknya cuaca tak menyurutkan langkah mereka, justru semakin memperkuat tekad dalam menjaga produktivitas lahan pertanian.

Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas fisik. Kehadiran Babinsa juga membawa nilai strategis, sebagai penghubung antara petani dan pemerintah dalam hal informasi, edukasi pertanian, serta akses terhadap program-program subsidi seperti bantuan pupuk, benih unggul, hingga penyuluhan pertanian terpadu. Banyak petani kecil yang kesulitan mendapatkan informasi secara langsung. Di sinilah peran Babinsa menjadi sangat vital — menjadi corong informasi dan fasilitator lapangan yang responsif.

“Kami hadir untuk rakyat, terutama dalam mendukung kemandirian pangan. Bukan hanya menjaga keamanan, tapi juga ikut menanam bersama para petani,” ungkap Serka Tri Mawardi saat ditemui usai kegiatan di pematang sawah Desa Blangu.

Kebersamaan antara TNI dan petani ini mencerminkan semangat gotong royong yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia sejak lama. Kolaborasi ini memperkuat sinergi antara aparat teritorial dan warga desa dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui kerja nyata seperti ini, TNI tidak hanya menjadi penjaga kedaulatan, tetapi juga pendorong kesejahteraan rakyat dari lini bawah.

Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi contoh konkrit implementasi program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) dalam wujud kegiatan nonfisik yang menyasar sektor pertanian. Peran aktif Babinsa dalam mendorong produktivitas lahan pertanian, juga sejalan dengan visi pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan lokal dan menekan ketergantungan impor.

Di akhir kegiatan, para petani menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Babinsa dan jajaran TNI yang telah ikut merasakan perjuangan mereka di lahan pertanian. Bagi mereka, bukan hanya tenaga yang berarti, tapi juga perhatian dan kehadiran langsung dari aparat yang selama ini mereka hormati.

Dengan semangat kebersamaan dan dedikasi tanpa pamrih, Babinsa bersama petani terus menabur harapan di tengah lumpur dan panas mentari—demi masa depan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan.