Bupati Siak Afni Zulkifli Gelar Doa Bersama, Pulihkan Trauma Siswa Pasca Insiden

Bupati Siak Afni Zulkifli pimpin doa bersama di SMP Islamic Center Siak untuk pemulihan trauma siswa pasca insiden praktikum, sekaligus perkuat keselamatan pendidikan.

Bupati Siak Afni Zulkifli Gelar Doa Bersama, Pulihkan Trauma Siswa Pasca Insiden
Bupati Siak Afni Zulkifli Gelar Doa Bersama di SMP Islamic Center Siak, Pulihkan Trauma Siswa Pasca Insiden Praktikum

SIAK, JAGOK.CO – Bupati Siak, Afni Zulkifli, menghadiri kegiatan doa bersama dan pembacaan Surah Yasin di SMP Sains Tahfizh Islamic Center Siak sebagai langkah nyata pemulihan psikologis siswa pasca insiden praktikum yang terjadi pada Rabu (8/4/2026) lalu. Peristiwa tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar sekolah dan masyarakat Kabupaten Siak.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Siak itu bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk empati dan kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi mental siswa, guru, serta keluarga korban. Dalam suasana khidmat, Bupati Afni menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya almarhum Muhammad Aqil Alrizal, siswa yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Siak, kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas kepergian anak kita, murid kita, sahabat kita, almarhum Aqil. Semoga almarhum husnul khatimah dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Afni dengan penuh haru, Jumat (10/4/2026).

Sebagai bentuk penghormatan sekaligus pembelajaran bersama, Bupati Afni menginstruksikan agar kegiatan doa bersama dan pembacaan Yasin dilaksanakan secara serentak di seluruh jenjang pendidikan se-Kabupaten Siak. Hal ini diharapkan menjadi refleksi kolektif bagi dunia pendidikan agar lebih meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan dalam setiap kegiatan belajar mengajar, khususnya yang berkaitan dengan praktikum.

“Kegiatan doa dan Yasin bersama ini bukan hanya untuk mendoakan almarhum, tetapi juga menjadi ikhtibar bagi kita semua. Ini harus menjadi catatan penting agar dunia pendidikan semakin memperhatikan aspek keselamatan siswa,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afni juga memberikan motivasi kepada para guru dan siswa agar tetap kuat menghadapi cobaan ini. Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat dalam setiap aktivitas siswa, terutama yang melibatkan eksperimen atau kegiatan berisiko.

“Kepada bapak dan ibu majelis guru, kami hadir untuk memberikan kekuatan bersama. Tetaplah semangat. Kita percayakan proses penanganan kepada pihak kepolisian. Untuk anak-anak kami, silakan tetap kreatif, berinovasi, tetapi harus dalam pengawasan penuh dan saling mengingatkan satu sama lain,” pesannya.

Lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Kesehatan telah mengambil langkah cepat dengan menyiapkan program pendampingan psikologis atau trauma healing bagi siswa dan guru. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan kondisi mental seluruh pihak yang terdampak dapat pulih secara bertahap.

“Jika ada yang merasa sedih, trauma, atau kehilangan, jangan dipendam. Pemerintah telah menyiapkan pendampingan psikologis khusus agar anak-anak bisa kembali bangkit, pulih, dan melanjutkan proses belajar dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak hanya fokus pada proses penyelidikan hukum, tetapi juga berperan aktif dalam pemulihan psikologis para siswa.

“Selain mengungkap fakta hukum secara transparan, kami juga ingin memastikan anak-anak merasa aman dan terlindungi. Polres Siak bersama Polwan turut melaksanakan kegiatan trauma healing secara humanis,” jelas Kapolres.

Ia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penggunaan bahan berbahaya di lingkungan sekolah, serta pengaruh negatif dari media sosial dan permainan digital yang dapat memicu perilaku berisiko.

“Anak-anak harus lebih waspada. Jika menemukan hal berbahaya atau ajakan yang tidak baik, jangan diikuti. Segera laporkan kepada guru atau orang tua agar dapat ditangani dengan cepat,” tegasnya.

Kegiatan doa bersama tersebut berlangsung penuh kekhusyukan dan haru, memperlihatkan kuatnya solidaritas antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, pihak sekolah, serta para siswa. Momentum ini menjadi simbol kebersamaan dalam menghadapi duka, sekaligus langkah awal untuk bangkit dan memperkuat sistem keselamatan di dunia pendidikan.

Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak, bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas pendidikan. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan aparat penegak hukum, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Sumber: (Rahma/MC Siak)