PWI Riau Perpanjang Deadline Lomba Jurnalistik Raja Ali Kelana 2026
PWI Riau resmi memperpanjang batas pengiriman Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana 2026 hingga 15 Agustus 2026. Kesempatan lebih luas bagi anggota PWI untuk menghasilkan karya jurnalistik terbaik.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau resmi memperpanjang batas waktu pengiriman karya pada Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana Tahun 2026. Keputusan ini menjadi angin segar bagi para insan pers, khususnya anggota PWI di Provinsi Riau, yang masih membutuhkan waktu untuk menyempurnakan karya jurnalistik mereka agar memenuhi standar profesionalisme, kedalaman informasi, serta kualitas yang diharapkan dewan juri.
Semula, batas akhir penerimaan karya dijadwalkan pada 15 Juli 2026, namun berdasarkan keputusan panitia, tenggat waktu tersebut resmi diperpanjang hingga 15 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Langkah ini diambil setelah panitia menerima berbagai masukan dari peserta yang menginginkan tambahan waktu untuk menyelesaikan proses peliputan, pendalaman data, penyusunan naskah, hingga penyempurnaan karya foto jurnalistik.
Ketua Panitia Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana PWI Riau, Harry B. Koriun, mengatakan keputusan memperpanjang masa penerimaan karya merupakan bentuk komitmen panitia dalam memberikan kesempatan yang lebih luas kepada seluruh anggota PWI untuk menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, bernilai edukatif, serta memiliki kontribusi nyata terhadap penguatan literasi publik.
Menurut Harry, panitia tidak hanya mengejar kuantitas peserta, tetapi juga mengutamakan kualitas karya yang dihasilkan sehingga kompetisi ini benar-benar melahirkan karya jurnalistik terbaik yang mampu memberikan perspektif baru terhadap berbagai isu strategis yang menjadi tema perlombaan.
"Kami berharap tambahan waktu ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh peserta sehingga karya yang dikirim memiliki kualitas jurnalistik yang baik, memenuhi kaidah profesi, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan dalam lomba," ujar Harry dalam siaran pers yang disampaikan di Pekanbaru, Minggu (19/7/2026).
Ia menjelaskan, hingga menjelang batas penutupan tahap pertama, panitia telah menerima sejumlah karya jurnalistik dari berbagai daerah di Provinsi Riau. Antusiasme tersebut menunjukkan besarnya minat wartawan untuk berpartisipasi dalam ajang bergengsi yang menjadi salah satu wadah pengembangan kompetensi jurnalistik di lingkungan PWI.
Meski demikian, lanjut Harry, masih banyak calon peserta yang menyampaikan permohonan perpanjangan waktu. Sebagian besar di antaranya mengaku masih berada dalam tahapan peliputan lapangan, pengumpulan data, proses wawancara narasumber, verifikasi informasi, hingga penyelesaian naskah dan penyuntingan foto agar hasil akhirnya benar-benar memenuhi standar karya jurnalistik yang baik.
"Kami ingin kompetisi ini diikuti lebih banyak wartawan dengan karya yang benar-benar matang. Dengan demikian, persaingan akan berlangsung sehat, objektif, dan mampu menghasilkan karya-karya jurnalistik yang berkualitas tinggi, inspiratif, serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Mengangkat Isu Strategis Energi dan Pembangunan Berkelanjutan
Pada penyelenggaraan tahun 2026, Lomba Karya Tulis dan Foto Jurnalistik Raja Ali Kelana mengusung tema besar "Inovasi Teknologi Energi, Implementasi Kebijakan, Dampak Lingkungan, hingga Transisi Ekonomi."
Tema tersebut dipilih karena dinilai sangat relevan dengan dinamika pembangunan nasional maupun daerah, terutama dalam menghadapi tantangan transformasi energi, percepatan penggunaan energi berkelanjutan, kebijakan pemerintah di sektor energi, serta dampaknya terhadap lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat.
Panitia berharap tema tersebut mampu mendorong lahirnya karya-karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendalam, berbasis data, mengedepankan prinsip keberimbangan, serta mampu memperkaya wawasan publik mengenai berbagai isu strategis yang tengah berkembang.
Melalui karya jurnalistik yang berkualitas, insan pers diharapkan dapat menjalankan fungsi edukasi, kontrol sosial, sekaligus menjadi jembatan informasi yang objektif antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat dalam memahami proses transisi menuju pembangunan energi yang berkelanjutan.
Dua Kategori Lomba dengan Standar Profesional
Lomba Raja Ali Kelana 2026 terbagi ke dalam dua kategori utama, yakni Karya Tulis Jurnalistik dan Foto Jurnalistik, yang secara khusus diperuntukkan bagi anggota PWI aktif.
Untuk kategori karya tulis jurnalistik, peserta diwajibkan mengirimkan naskah dengan panjang minimal 1.500 kata dalam format Microsoft Word, disertai bukti publikasi berupa file PDF.
Sementara itu, pada kategori foto jurnalistik, peserta diwajibkan mengirimkan foto berformat JPG dengan resolusi tinggi, lengkap dengan bukti pemuatan atau publikasi dalam bentuk PDF sesuai ketentuan yang telah ditetapkan panitia.
Seluruh karya akan dinilai berdasarkan kualitas jurnalistik, kedalaman informasi, orisinalitas, relevansi terhadap tema, teknik penyajian, serta kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan persyaratan administrasi lomba.
Total Hadiah Jutaan Rupiah Menanti Para Pemenang
Sebagai bentuk apresiasi terhadap karya jurnalistik berkualitas, panitia menyiapkan hadiah yang menarik bagi para pemenang.
Untuk kategori Karya Tulis Jurnalistik, juara utama akan memperoleh hadiah sebesar Rp7,5 juta, sementara lima karya terbaik lainnya sebagai nominasi masing-masing akan menerima hadiah Rp500 ribu.
Sedangkan pada kategori Foto Jurnalistik, juara utama berhak membawa pulang hadiah sebesar Rp5 juta, serta lima nominasi terbaik masing-masing mendapatkan hadiah Rp500 ribu.
Panitia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi para wartawan untuk terus meningkatkan profesionalisme, kreativitas, serta menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas, berintegritas, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Pengiriman Karya Hingga 15 Agustus 2026
Seluruh karya peserta dikirim melalui surat elektronik ke pwiriau@gmail.com paling lambat 15 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB.
Sementara itu, hasil penilaian dewan juri dan pengumuman pemenang dijadwalkan akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2026. Panitia menegaskan bahwa seluruh keputusan dewan juri bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat.
Di akhir keterangannya, Harry kembali mengajak seluruh anggota PWI yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan tambahan waktu tersebut sebagai momentum menghasilkan karya terbaik yang mampu memberikan kontribusi bagi dunia jurnalistik Indonesia.
"Jadikan perpanjangan waktu ini sebagai peluang untuk menghasilkan karya terbaik. Kami berharap lomba ini melahirkan karya-karya jurnalistik yang tidak hanya memenuhi kaidah profesi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat literasi publik, serta mendukung pembangunan daerah melalui informasi yang berkualitas, akurat, dan bertanggung jawab," tutup Harry.


Aswirmanto 





















