Wako Agung Buka Piala Dunia Anak Regional Riau di Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho resmi membuka Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau di Stadion Mini Gelora Hangtuah. Turnamen diikuti 52 SSB dan lebih dari 1.000 peserta dari seluruh Provinsi Riau.

Wako Agung Buka Piala Dunia Anak Regional Riau di Pekanbaru
Wako Agung Nugroho Resmi Buka Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau, Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola Usia Dini

PEKANBARU, JAGOK.CO – Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM, secara resmi membuka pelaksanaan Turnamen Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau yang digelar di Stadion Mini Gelora Hangtuah, Kecamatan Kulim, Pekanbaru, Kamis (14/5/2026). Kegiatan olahraga bergengsi tingkat usia dini ini menjadi momentum penting dalam upaya pembinaan dan pengembangan sepak bola muda di Provinsi Riau.

Turnamen sepak bola usia dini tersebut diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Riau. Ribuan peserta tampak antusias memadati kawasan Stadion Mini Gelora Hangtuah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lapangan sepak bola terbaik dan representatif di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa kompetisi seperti Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau memiliki peran strategis dalam mencetak generasi atlet sepak bola masa depan yang berprestasi, disiplin, dan bermental juara.

“Turnamen ini diikuti lebih dari seribu peserta dari 52 klub se-Provinsi Riau. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyelenggara, para pelatih, tim peserta, dan khususnya para orang tua yang terus mendukung anak-anaknya untuk berkembang di dunia olahraga,” ujar Agung Nugroho disambut tepuk tangan para peserta dan tamu undangan.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memberikan perhatian serius terhadap pengembangan olahraga, khususnya sepak bola usia dini. Ia menilai, pembinaan atlet sejak usia muda merupakan investasi jangka panjang demi melahirkan pemain-pemain berbakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga level nasional dan internasional.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Pemko Pekanbaru juga akan memberikan support kepada tim juara yang nantinya akan mewakili Provinsi Riau pada ajang nasional Piala Dunia Anak Indonesia di Bandung, Jawa Barat.

“Kami ingin anak-anak Riau memiliki kesempatan besar untuk tampil di level yang lebih tinggi. Mudah-mudahan dari turnamen ini lahir bibit-bibit pesepak bola potensial yang kelak bisa membawa nama Riau dan Indonesia di panggung dunia,” ungkapnya penuh optimisme.

Tak hanya menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga dinilai sebagai sarana mempererat silaturahmi antar-sekolah sepak bola, pelatih, serta orang tua peserta dari seluruh wilayah Riau. Semangat sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim menjadi nilai utama yang terus ditanamkan dalam kompetisi tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum Asprov PSSI Riau, Edward Riansyah, dalam sambutannya menjelaskan bahwa kompetisi Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau mempertandingkan empat kelompok usia, yakni U-9, U-10, U-11, dan U-12. Seluruh pertandingan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 15 hingga 17 Mei 2026.

“Peserta berasal dari seluruh sekolah sepak bola di Provinsi Riau. Untuk kategori usia sembilan tahun ada 10 tim, usia 10 tahun sebanyak 11 tim, usia 11 tahun ada 14 tim, dan usia 12 tahun sebanyak 17 tim. Total keseluruhan mencapai 52 tim,” jelas Edward.

Ia juga memaparkan bahwa jumlah pemain yang terlibat dalam turnamen tersebut mencapai 769 orang. Sementara jumlah ofisial dan pelatih sebanyak 260 orang, sehingga total keseluruhan peserta yang ambil bagian dalam event sepak bola usia dini terbesar di Riau itu mencapai 1.056 orang.

Seluruh pertandingan dipusatkan di Stadion Mini Gelora Hangtuah, Kecamatan Kulim, Pekanbaru. Stadion tersebut menjadi saksi semangat dan perjuangan ratusan anak-anak berbakat yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional masa depan.

Nantinya, tim juara dari masing-masing kategori usia akan mewakili Provinsi Riau pada ajang Piala Dunia Anak Indonesia tingkat nasional yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat. Kompetisi nasional tersebut menjadi pintu awal bagi para pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka di tingkat yang lebih tinggi.

Edward Riansyah berharap seluruh peserta dapat bertanding secara maksimal dengan tetap menjunjung tinggi nilai sportivitas dan fair play. Menurutnya, kompetisi usia dini bukan sekadar soal kemenangan, tetapi bagian dari proses pembentukan karakter dan mental atlet profesional.

“Kami berharap anak-anak ini tidak hanya mampu bersaing di tingkat regional dan nasional, tetapi suatu hari nanti dapat mewakili Indonesia di ajang Piala Dunia yang sebenarnya,” pungkasnya penuh harapan.

Pelaksanaan Piala Dunia Anak Indonesia Regional Riau ini sekaligus menjadi bukti bahwa gairah sepak bola usia dini di Bumi Lancang Kuning terus tumbuh dan berkembang. Dengan dukungan pemerintah, asosiasi sepak bola, pelatih, dan masyarakat, Riau diharapkan mampu melahirkan generasi emas sepak bola Indonesia di masa mendatang.