Camat Sabak Auh Siapkan Penataan UMKM untuk Dongkrak PAD
Camat Sabak Auh, Sugiati, memantau pembangunan Taman RTH dan menyiapkan konsep penataan UMKM untuk meningkatkan PAD. Area taman direncanakan menjadi pusat UMKM, ruang publik, dan ruang ekonomi kreatif bekerja sama dengan OPD serta dukungan DPRD Siak.
SIAK – JAGOK.CO – Upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terus digenjot Pemerintah Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak. Camat Sabak Auh, Sugiati, S.Pi., M.Si., turun langsung memantau progres pembangunan Taman Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang kini tengah dikerjakan sebagai ruang publik modern sekaligus ruang ekonomi masyarakat.
Dalam monitoring yang dilakukan Jumat (21/11/2025), Sugiati menyampaikan apresiasinya terhadap percepatan pembangunan taman. Ia menilai kawasan tersebut mulai menunjukkan wajah baru yang lebih tertata, bersih, dan memiliki potensi besar menjadi pusat aktivitas masyarakat.
“Alhamdulillah, pembangunan taman ini sudah terlihat sangat baik. Jika selesai, taman ini akan menjadi ruang publik yang nyaman, lokasi wisata kecil, sekaligus area yang bisa dimanfaatkan untuk menyelenggarakan berbagai event masyarakat,” ujar Camat Sugiati.
Taman RTH Sabak Auh memang dibangun dengan konsep multifungsi. Selain sebagai ruang hijau, area ini memiliki panggung terbuka, akses yang mudah dijangkau, serta lokasi yang strategis. Karena itu, pihak kecamatan berencana membawa konsep pengelolaan taman ini ke tingkat pimpinan daerah guna memperluas manfaatnya bagi warga.
Konsep Penataan UMKM: Dari PKK, Organisasi Masyarakat hingga Pelaku Ekonomi Kreatif
Sugiati menjelaskan, konsep awal yang disiapkan adalah pemanfaatan ruang taman untuk penataan UMKM secara terintegrasi. Rencananya, taman akan difungsikan sebagai:
-
Space UMKM PKK dari delapan kampung
-
Lapak organisasi masyarakat
-
UMKM mandiri lokal
-
Ruang ekonomi kreatif
-
Zona event dan bazar musiman
-
Sentra kuliner kecil yang terjangkau warga
Seluruh pengembangan ini ditargetkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap PAD Kecamatan dan Kabupaten Siak, sesuai arahan pimpinan daerah.
“Himbauan Ibu Bupati jelas, bagaimana kita mencari dan meningkatkan PAD. Karena itu kita di kecamatan harus mampu membaca peluang yang dapat mendatangkan pendapatan untuk daerah,” tegasnya.
Tantangan: Status Lahan hingga Kebutuhan Infrastruktur Dasar
Selain peluang, Sugiati menyoroti sejumlah hal teknis yang harus disiapkan. Area kosong yang potensial dijadikan lapak UMKM berada di atas lahan PT Bumi Siak Pusako (BSP), sehingga perlu diajukan proses Pinjam Pakai sesuai aturan.
Pengembangan area UMKM juga memerlukan:
-
Tanah timbun
-
Pemerataan lokasi
-
Peningkatan estetika
-
Pengelolaan sampah yang terintegrasi
-
Sistem retribusi dan manajemen ruang
Camat Sabak Auh bahkan mempertimbangkan menggandeng pihak ketiga untuk memperkuat manajemen dan desain area UMKM agar lebih profesional dan berkelanjutan.
“Insyaallah minggu depan kita mulai koordinasi dengan dinas terkait, seperti Dinas Koperasi dan UMKM. Arahan pimpinan tetap menjadi pedoman utama,” tambahnya.
Dukungan DPRD Siak
Dari sisi legislatif, program ini juga mendapat dukungan. Anggota DPRD Kabupaten Siak, Laiskar Jaya, yang melakukan kunjungan kerja ke Sabak Auh, menegaskan komitmennya mendukung pengembangan ekonomi masyarakat melalui taman RTH.
“Saya sangat mendukung program Bu Camat. Jika pengelolaan dilakukan pemerintah tentu butuh anggaran. Karena anggaran 2025 sudah hampir selesai, minimal kita masukkan ke anggaran 2026. Insyaallah bisa terlaksana,” ujarnya.
Dengan dukungan eksekutif dan legislatif, pembangunan Taman RTH Sabak Auh diharapkan tidak hanya menjadi ruang hijau, tetapi juga ikon baru ekonomi masyarakat, pusat kreatif UMKM, dan motor penggerak PAD Kecamatan Sabak Auh di masa mendatang.

Sumber: Dep/MC Kabupaten Siak
Editor: Thab313























