Gubernur Riau Bahas Reformasi Birokrasi & Arsip Melayu bersama Wamen PANRB dan Kepala ANRI
Gubernur Riau Abdul Wahid menerima Wamen PANRB dan Kepala ANRI di Pekanbaru, bahas penguatan reformasi birokrasi dan rencana pembangunan Gedung Arsip Melayu yang terintegrasi dengan Museum Digital Budaya Melayu.
JAGOK.CO - PEKANBARU — Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menerima kunjungan kerja Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Wamen PANRB), Purwadi Arianto, bersama Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mego Pinandito, di Kediaman Gubernur Riau, Kota Pekanbaru, pada Rabu malam, 6 Agustus 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat namun penuh makna tersebut, Gubernur Riau menjelaskan bahwa diskusi berlangsung secara santai tetapi tetap substantif. Topik pembahasan meliputi isu-isu strategis terkait reformasi birokrasi, peningkatan tata kelola pemerintahan, serta pembangunan infrastruktur kearsipan daerah yang modern dan berakar pada budaya Melayu.
“Malam ini saya menerima kedatangan Wamen PANRB dan Kepala Arsip Nasional. Kami berbincang banyak hal penting, mulai dari tata kelola birokrasi hingga pembangunan Arsip Melayu di Riau,” ujar Gubri Abdul Wahid.
Fokus Penguatan Birokrasi Pemerintah Provinsi Riau
Gubernur Abdul Wahid mengungkapkan bahwa bersama Wamen PANRB, dirinya mendalami berbagai langkah konkret untuk memperkuat reformasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. Bahasan tersebut mencakup pemberdayaan aparatur sipil negara (ASN), penempatan pegawai berbasis kompetensi, serta identifikasi kendala birokrasi yang masih menjadi hambatan pelayanan publik.
“Kami membahas bagaimana memperkuat reformasi birokrasi. Saya sampaikan juga terkait tata kelola pemerintahan, penempatan ASN yang sesuai potensi, serta berbagai tantangan yang masih kami hadapi di daerah,” jelasnya.
Tak hanya menerima masukan, Gubernur Riau juga menegaskan bahwa dirinya menyambut baik berbagai saran dari Wamen PANRB sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi untuk mendorong birokrasi yang adaptif, efektif, dan transparan.
“Saya sangat mengapresiasi masukan dari beliau. Ini menjadi bagian dari sinergi pusat dan daerah untuk mempercepat reformasi birokrasi secara menyeluruh,” tutur Wahid.
Rencana Pembangunan Arsip Melayu: Kolaborasi Kultural dan Digital
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur juga membahas rencana pembangunan Gedung Arsip Melayu di Pekanbaru bersama Kepala ANRI, Mego Pinandito. Ia menyampaikan bahwa ANRI telah menyiapkan anggaran khusus untuk proyek ini, yang nantinya tidak hanya menjadi pusat arsip sejarah Melayu, tetapi juga dikombinasikan dengan konsep Museum Melayu Digital yang modern.
“Pak Mego menyampaikan bahwa mereka akan membangun Arsip Melayu di Riau. Saya ingin agar ini terkombinasi dengan Museum Melayu yang berbasis digital,” ungkap Wahid.
Menurutnya, kombinasi antara fungsi arsip dan museum akan menciptakan ruang publik yang tidak hanya menyimpan dokumen sejarah, tetapi juga menyuguhkan nilai-nilai budaya Melayu dalam format yang menarik dan kekinian, dengan dukungan teknologi digital.
“Saya ingin nantinya ada ruang digital yang ditata rapi dan modern. Jadi nilai-nilai budaya Melayu bisa diakses generasi muda dengan cara yang relevan,” imbuhnya.
Lokasi Strategis dan Target Pembangunan Dimulai Tahun Ini
Gubernur Abdul Wahid menyampaikan bahwa pembangunan gedung Arsip Melayu ini akan dilakukan di kawasan strategis, tepatnya di Jalan Adi Sucipto, Kota Pekanbaru. Ia memastikan bahwa proyek ini akan mulai dikerjakan pada tahun 2025 sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan penguatan memori kolektif masyarakat Riau.
“Untuk lokasi sudah ditetapkan di Jalan Adi Sucipto, dan tahun ini pembangunan fisiknya mulai dilaksanakan,” tutup Gubri.
























