Hamas: Bantuan Gaza Jadi Jebakan Maut, 454 Tewas

Hamas menyebut distribusi bantuan di Gaza yang dikendalikan Israel-AS sebagai jebakan maut. Sebanyak 454 warga tewas dan 3.466 terluka. Hamas desak PBB bentuk mekanisme bantuan aman.

Hamas: Bantuan Gaza Jadi Jebakan Maut, 454 Tewas
Warga Palestina berdesakan di titik distribusi bantuan di Gaza, di tengah sistem yang dikecam Hamas sebagai jebakan maut yang menelan ratusan korban jiwa.

JAGOK.CO – GAZA, PALESTINAGerakan Hamas kembali mengecam sistem distribusi bantuan kemanusiaan yang dikendalikan oleh Israel dan Amerika Serikat, menyusul terus bertambahnya jumlah korban jiwa akibat mekanisme yang dinilai sebagai bentuk kejahatan kemanusiaan terselubung.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip kantor berita Safa pada Senin (23/6/2025), Hamas mengungkap bahwa sistem distribusi bantuan yang diterapkan di Gaza bukanlah solusi kemanusiaan, melainkan jebakan maut yang telah menewaskan sedikitnya 454 warga Palestina dan melukai 3.466 lainnya dalam waktu kurang dari sebulan.

Titik-titik distribusi bantuan yang dikendalikan oleh pasukan pendudukan dan sekutunya secara sistematis digunakan sebagai alat untuk mengelola kelaparan, penghinaan, dan pembantaian massal terhadap rakyat Gaza,” tulis Hamas dalam pernyataan resminya.

Gerakan perlawanan tersebut menuding bahwa serangan berulang terhadap lokasi distribusi bantuan dilakukan dengan dukungan dan perlindungan internasional, serta dibungkam oleh sikap pasif dan memalukan dari komunitas global.

Ini adalah pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional, konvensi Jenewa, dan semua prinsip kemanusiaan yang dijunjung tinggi dunia,” tegas pernyataan itu.

Hamas menyerukan tindakan nyata dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masyarakat internasional untuk menghentikan tragedi kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza. Mereka mendesak pembentukan mekanisme distribusi bantuan kemanusiaan yang independen, aman, dan bermartabat, di bawah pengawasan langsung PBB dan badan internasional yang kredibel, demi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada rakyat Gaza tanpa manipulasi politik dan militer.

Lebih jauh, Hamas menuntut akuntabilitas internasional atas kejahatan yang dilakukan terhadap warga sipil tak bersenjata di Jalur Gaza. Mereka menegaskan bahwa pemimpin Israel harus diadili di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas berbagai pelanggaran berat yang tergolong kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Tak hanya itu, Hamas kembali menyerukan gencatan senjata total dan segera guna menghentikan genosida yang kini membayangi lebih dari dua juta penduduk Gaza yang masih terkepung dan hidup dalam kondisi mencekam.