Latihan Genset Babinsa Joyotakan Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Surakarta

Latihan pengoperasian genset oleh Babinsa Joyotakan bersama Linmas dan BPBD Surakarta tingkatkan kesiapsiagaan bencana dan pasokan listrik darurat.

Latihan Genset Babinsa Joyotakan Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana Surakarta
Upaya Kesiapsiagaan Bencana di Surakarta: Babinsa Joyotakan Gelar Latihan Pengoperasian Genset Bersama Linmas dan BPBD

SURAKARTA, JAGOK.CO – Upaya memperkuat kesiapsiagaan bencana terus dilakukan oleh aparat teritorial bersama unsur terkait. Babinsa Kelurahan Joyotakan, Koramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Serma Rumbawa, bersama anggota Linmas dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surakarta menggelar latihan pengoperasian mesin genset sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi bencana alam, Jumat (10/4/2026) pukul 09.00 WIB.

Kegiatan yang berlangsung di halaman parkir Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan, Kota Surakarta ini menjadi bagian dari strategi peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanggulangan bencana, khususnya dalam memastikan ketersediaan pasokan listrik cadangan saat kondisi darurat.

Latihan ini melibatkan unsur gabungan lintas sektor, mulai dari Babinsa, Linmas, hingga personel BPBD dan Damkar. Kolaborasi tersebut menjadi bukti nyata pentingnya sinergitas antar instansi dalam menghadapi situasi darurat yang berpotensi mengganggu pelayanan publik dan keselamatan masyarakat.

Serma Rumbawa menjelaskan bahwa kegiatan diawali dengan pemeriksaan menyeluruh terhadap perangkat genset. Pengecekan meliputi kondisi bahan bakar, oli mesin, instalasi kabel, serta kelayakan panel listrik guna memastikan alat siap digunakan kapan pun dibutuhkan.

“Peserta juga diberikan pemahaman teknis mengenai komponen genset, fungsi masing-masing bagian, serta prosedur standar dalam pengoperasian yang benar dan aman,” ujarnya.

Dalam sesi praktik lapangan, para peserta secara bergantian melakukan simulasi pengoperasian genset. Mulai dari membuka kran bahan bakar, mengatur choke, menyalakan mesin melalui starter, hingga memastikan kestabilan operasional mesin saat digunakan. Selain itu, peserta juga dilatih melakukan pemasangan kabel ke beban listrik seperti lampu penerangan darurat dan peralatan penunjang lainnya.

Tidak hanya fokus pada pengoperasian, materi pelatihan juga mencakup penanganan gangguan ringan pada genset. Peserta dibekali pengetahuan tentang cara mengatasi mesin yang sulit dihidupkan, suara mesin tidak stabil, hingga prosedur penghentian mesin secara aman setelah digunakan.

Personel Damkar dan BPBD Kota Surakarta turut memberikan penekanan pada aspek keselamatan kerja. Di antaranya, pentingnya menempatkan genset di area terbuka dengan sirkulasi udara yang baik, serta kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat penggunaan bahan bakar.

“Keselamatan menjadi prioritas utama dalam penggunaan genset, terutama di situasi darurat. Penempatan yang tepat dan prosedur yang benar akan meminimalisir risiko kecelakaan,” tegas Serma Rumbawa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta, baik Babinsa, Linmas, maupun personel BPBD dan Damkar, memiliki kemampuan teknis yang mumpuni dalam mengoperasikan genset secara cepat, tepat, dan aman. Kesiapan tersebut menjadi kunci penting dalam mendukung operasional penanganan bencana, khususnya saat terjadi pemadaman listrik yang berpotensi menghambat proses evakuasi dan pelayanan masyarakat.

Dengan peningkatan kapasitas ini, sinergi antarinstansi di Kota Surakarta diharapkan semakin solid dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sekaligus memberikan jaminan pelayanan maksimal kepada masyarakat dalam situasi darurat.