Bupati Zukri Hadiri HUT Puskesmas Kerumutan ke-25

Bupati Zukri menghadiri HUT Puskesmas Kerumutan ke-25 dan mendorong pelayanan kesehatan jemput bola bagi masyarakat Pelalawan.

Bupati Zukri Hadiri HUT Puskesmas Kerumutan ke-25
Bupati Zukri Hadiri HUT Puskesmas Kerumutan ke-25, Dorong Pelayanan Kesehatan Jemput Bola

PELALAWAN, JAGOK.CO – Memasuki usia ke-25 tahun, Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kerumutan terus didorong untuk memperkuat pelayanan kesehatan yang dekat, mudah diakses, dan benar-benar hadir di tengah masyarakat. Momentum seperempat abad pengabdian tersebut ditandai dengan kegiatan Jalan Sehat dan Cek Kesehatan Gratis yang turut dihadiri Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., di Kecamatan Kerumutan, Jumat (7/8/2026).

Peringatan HUT Puskesmas Kerumutan ke-25 tidak hanya menjadi seremoni perayaan perjalanan pelayanan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran kesehatan dalam memberikan pelayanan yang humanis dan responsif terhadap kebutuhan warga.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, masyarakat Kecamatan Kerumutan mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis. Pelayanan kesehatan yang disiapkan Puskesmas Kerumutan juga dibuat lebih komprehensif dengan menghadirkan dokter spesialis.

Salah satu layanan yang diberikan yakni cek kesehatan anak dengan menghadirkan dokter spesialis anak, sehingga masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan dan konsultasi kesehatan anak secara langsung. Selain itu, tersedia pula USG kehamilan gratis dengan menghadirkan dokter spesialis kandungan.

Kehadiran layanan tersebut menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi ibu hamil dan anak yang membutuhkan perhatian medis sejak dini.

Di hadapan masyarakat dan jajaran tenaga kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan H. Asril, M.Kes., menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sarana dan prasarana kesehatan sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Pelalawan.

Menurutnya, saat ini Kabupaten Pelalawan telah memiliki empat rumah sakit yang berfungsi menunjang pelayanan dan rujukan pasien. Dari jumlah tersebut, satu merupakan rumah sakit pemerintah, yakni RS Selasih, sedangkan tiga lainnya merupakan rumah sakit swasta, yaitu Medicare, RS Evaria, dan RS Amelia Medika.

Sementara itu, untuk pelayanan kesehatan tingkat pertama, Kabupaten Pelalawan memiliki 14 Puskesmas yang tersebar di seluruh kecamatan. Keberadaan Puskesmas tersebut menjadi salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, terutama bagi warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan yang lebih dekat dengan tempat tinggal.

“Sedangkan setingkat Puskesmas, kita memiliki 14 Puskesmas yang tersebar di tingkat kecamatan se-Kabupaten Pelalawan ini yang siap melayani kesehatan masyarakat 24 jam. Akan tetapi, untuk saat ini baru ada tujuh Puskesmas yang bisa memberlakukan rawat inap,” jelas H. Asril.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan pentingnya keberadaan Puskesmas dalam sistem pelayanan kesehatan daerah. Tidak semua masyarakat memiliki kemudahan untuk menjangkau rumah sakit, sehingga pelayanan kesehatan tingkat pertama menjadi bagian yang sangat menentukan dalam memberikan pertolongan dan pemeriksaan awal kepada masyarakat.

Bupati Zukri Dorong Pelayanan Kesehatan Jemput Bola

Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., dalam arahannya memberikan penekanan khusus kepada seluruh jajaran kesehatan agar tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas pelayanan kesehatan.

Menurut Bupati, tenaga medis dan jajaran Puskesmas harus memiliki kepekaan terhadap kondisi masyarakat, terutama warga yang berada dalam keterbatasan ekonomi maupun mengalami kesulitan untuk datang langsung mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Pesan saya kepada tenaga medis, pastikan layani masyarakat dengan sepenuh hati, layani masyarakat dengan ikhlas. Kepala Puskesmas harus tahu kalau ada masyarakat yang tidak bisa berobat karena tidak punya biaya. Karena misalnya ada yang stroke, tapi karena miskin, kadang naik motor tidak ada yang mengantar. Datangi ke rumah mereka. Intinya buat sistem jemput bola di rumah,” ujar Bupati Zukri.

Pesan tersebut menegaskan pentingnya pendekatan pelayanan kesehatan yang tidak semata-mata berorientasi pada fasilitas, tetapi juga memperhatikan kondisi sosial masyarakat sebagai penerima layanan.

Bagi pemerintah daerah, pelayanan kesehatan yang baik bukan hanya tentang tersedianya dokter, tenaga medis, obat-obatan maupun fasilitas kesehatan. Lebih dari itu, pelayanan kesehatan harus mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan ekonomi, keterbatasan mobilitas, maupun tidak memiliki keluarga yang dapat mengantarkan ke fasilitas kesehatan.

Konsep pelayanan jemput bola yang disampaikan Bupati Zukri diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Dengan pola tersebut, Puskesmas diharapkan semakin aktif mengidentifikasi warga yang membutuhkan pelayanan, terutama kelompok rentan yang berpotensi terlambat mendapatkan pertolongan medis.

Anggaran Terbatas Bukan Alasan Mengurangi Pelayanan

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Zukri juga mengakui bahwa kondisi anggaran daerah saat ini berada dalam situasi yang sulit. Namun, keterbatasan fiskal tersebut menurutnya tidak boleh menjadi alasan untuk mengurangi semangat pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

H. Zukri menegaskan bahwa di tengah kondisi anggaran yang terbatas, pemerintah tetap harus memiliki komitmen dan niat yang kuat untuk membangun daerah, termasuk memastikan pelayanan kesehatan masyarakat terus berjalan secara optimal.

“Kalau saat ini kondisi anggaran daerah kita dalam keadaan sulit, bukan berarti mengurangi niat dan nawaitu kita untuk memajukan daerah ini. Terutama adalah bagaimana bisa melayani kesehatan lebih baik untuk masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan penting bahwa pembangunan kesehatan harus tetap ditempatkan sebagai salah satu prioritas pelayanan publik. Sebab, kesehatan masyarakat memiliki hubungan langsung dengan kualitas kehidupan, produktivitas keluarga, serta keberlangsungan pembangunan daerah.

Bupati Minta Percepatan Rehabilitasi Jalan Puskesmas Kerumutan

Selain menyoroti kualitas pelayanan tenaga kesehatan, Bupati Pelalawan juga memberikan perhatian terhadap aspek infrastruktur yang menjadi bagian penting dalam menunjang akses masyarakat menuju fasilitas kesehatan.

Dalam acara HUT Puskesmas Kerumutan ke-25 tersebut, Bupati Zukri secara khusus menegaskan kepada perusahaan EMP Energi Riau agar dapat mempercepat rehabilitasi jalan masuk menuju Puskesmas Kerumutan.

Menurutnya, kondisi akses jalan menuju fasilitas kesehatan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kualitas pelayanan kepada masyarakat. Jalan yang baik akan mempermudah masyarakat ketika harus mendapatkan pelayanan kesehatan, terlebih dalam kondisi darurat atau ketika membutuhkan penanganan medis secara cepat.

Dorongan tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Pelalawan diharapkan dapat mengambil bagian dalam mendukung kepentingan masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap infrastruktur yang berkaitan langsung dengan pelayanan publik.

Akses menuju Puskesmas bukan sekadar persoalan infrastruktur. Bagi masyarakat, terutama mereka yang berada di wilayah dengan jarak tempuh cukup jauh, kondisi jalan dapat menentukan seberapa cepat seseorang memperoleh pelayanan kesehatan.

Karena itu, percepatan rehabilitasi jalan masuk Puskesmas Kerumutan diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan.

Seperempat Abad Puskesmas Kerumutan

Memasuki usia 25 tahun, perjalanan Puskesmas Kerumutan menjadi bagian dari perjalanan pelayanan kesehatan masyarakat di Kecamatan Kerumutan. Momentum tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan ulang tahun, tetapi menjadi titik refleksi untuk melihat kembali kualitas pelayanan sekaligus membangun komitmen baru menghadapi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.

Puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki posisi strategis dalam mendeteksi persoalan kesehatan masyarakat sejak dini. Pelayanan ibu dan anak, pemeriksaan kesehatan, edukasi, pencegahan penyakit, hingga pelayanan dasar lainnya merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan warga.

Karena itu, semakin kuat pelayanan Puskesmas, semakin besar pula peluang masyarakat memperoleh layanan kesehatan yang cepat, mudah, terjangkau, dan manusiawi.

Dalam suasana peringatan HUT ke-25 tersebut, Bupati Pelalawan H. Zukri menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan agar Puskesmas Kerumutan terus menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Selamat Hari Jadi ke-25 Tahun Puskesmas Kerumutan. Semoga Puskesmas ini bisa melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Amin ya rabbal alamin,” ucap Bupati.

Ucapan tersebut sekaligus menjadi harapan agar usia seperempat abad Puskesmas Kerumutan dapat menjadi momentum memperkuat pengabdian. Sebab, pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah fasilitas kesehatan bukan hanya dilihat dari bangunan dan kelengkapan fasilitasnya, tetapi dari seberapa jauh keberadaannya mampu memberikan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat.

Dihadiri Jajaran Pemerintah dan Masyarakat

Peringatan HUT Puskesmas Kerumutan ke-25 tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat dan unsur masyarakat. Hadir Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Pelalawan, para Kepala Puskesmas se-Kabupaten Pelalawan, serta dokter spesialis yang memberikan pelayanan kesehatan dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Hadir pula Dokter Spesialis Kandungan dr. Irfanzil, Sp.OG., Dokter Spesialis Anak dr. Masitah Nasution, Sp.A., Camat Kerumutan Rusdiyanto, S.Kep., Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Kerumutan Nurjasmi, S.Tr.Keb., serta Manager EMP Energi Riau Joni Ridas.

Selain itu, perwakilan RS Medicare, para kepala desa, lurah, kepala sekolah, kader Posyandu, serta masyarakat se-Kecamatan Kerumutan turut hadir dan mengikuti rangkaian kegiatan.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan tidak dapat berdiri sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dunia usaha, kader masyarakat, serta warga untuk membangun ekosistem kesehatan yang kuat dan berkelanjutan.

Dengan semangat seperempat abad pengabdian, Puskesmas Kerumutan diharapkan terus tumbuh menjadi pusat pelayanan kesehatan yang dekat dengan masyarakat, responsif terhadap persoalan warga, serta mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan profesional, tetapi juga penuh empati dan kemanusiaan.

Sebab, di balik setiap pintu ruang pemeriksaan Puskesmas, ada masyarakat yang datang membawa harapan: ingin sembuh, ingin mendapatkan kepastian, dan ingin diperlakukan sebagai manusia yang layak memperoleh pelayanan kesehatan dengan sebaik-baiknya.

Di titik itulah makna sesungguhnya dari pengabdian kesehatan menemukan tempatnya—ketika pelayanan tidak sekadar menjadi kewajiban administratif, tetapi menjadi bentuk nyata kehadiran negara di tengah kehidupan masyarakat.