Pemkab Siak Peringati Hari Pahlawan ke-80 dengan Upacara dan Tabur Bunga
Pemerintah Kabupaten Siak menggelar Upacara Hari Pahlawan ke-80 di Lapangan Tugu Istana Siak, dipimpin Wakil Bupati Syamsurizal. Acara berlangsung khidmat dengan penghormatan kepada veteran dan diakhiri tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim II.
SIAK — JAGOK.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak menggelar Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional ke-80 Tahun 2025 di Lapangan Tugu, halaman depan Istana Siak Asserayah Hasyimiah, Senin (10/11/2025). Momentum tahunan ini kembali menjadi ruang refleksi bagi masyarakat untuk mengenang jasa para pejuang yang mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia.
Suasana Lapangan Tugu seketika hening kala sirene dinyalakan selama 60 detik, menandai detik-detik Peringatan Hari Pahlawan Nasional. Di bawah udara pagi yang teduh dan lembut, Sang Merah Putih berkibar megah di langit Negeri Istana—menjadi simbol semangat juang yang terus menyala di Bumi Melayu, Siak Sri Indrapura.
Upacara berlangsung penuh khidmat. Wakil Bupati (Wabup) Siak Syamsurizal bertindak sebagai inspektur upacara. Hadir pula jajaran Forkopimda Siak, Majelis Kerapatan Adat LAMR Siak, Ketua DPRD Siak, Ketua Kekerabatan Resam Keluarga Kerajaan Siak, Sekretaris Daerah, unsur TNI–Polri, ASN, PPPK, tenaga honorer, pelajar, tokoh adat, hingga perwakilan masyarakat dari berbagai kecamatan.
Dalam amanatnya, Wabup Syamsurizal membacakan pidato resmi Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf, yang mengusung tema nasional:
“Pahlawanku Teladanku: Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan.”
“Hari ini di bawah langit Indonesia merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang para pahlawan bangsa. Mereka bukan sekadar nama yang terukir di batu nisan, tetapi cahaya yang menerangi perjalanan kita hingga hari ini,” ujar Syamsurizal dengan suara bergetar penuh makna.
Ia menegaskan bahwa perjuangan melawan penjajah dari Surabaya hingga Banda Aceh, dari Ambarawa hingga Biak, menunjukkan bahwa kemerdekaan lahir dari ketabahan, keberanian, kejujuran, solidaritas, dan keikhlasan.
“Tiga nilai utama yang diwariskan para pahlawan adalah kesabaran, keberanian mengutamakan kepentingan bangsa di atas segalanya, dan pandangan jauh ke depan. Nilai ini menjadi modal moral bagi generasi penerus,” tegasnya.
Syamsurizal juga menekankan bahwa perjuangan hari ini tidak lagi menggunakan bambu runcing seperti di masa revolusi, melainkan melalui ilmu pengetahuan, kepedulian sosial, integritas, dan kerja-kerja pengabdian untuk masyarakat. Namun semangat dasarnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada warga yang tertinggal dari arus pembangunan.
Semangat tersebut, lanjutnya, sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menitikberatkan pada penguatan ketahanan nasional, pemajuan pendidikan, pemerataan keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan produktif.
“Hari ini mari kita bersyukur. Mari kita berjanji bahwa kemerdekaan yang diwariskan ini tidak akan pernah kita sia-siakan. Kita lanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita; bekerja sungguh-sungguh, berpikir jernih, dan melayani masyarakat dengan hati,” ungkapnya.
Sebagai bentuk penghormatan, Pemkab Siak menyerahkan bantuan sagu hati kepada para veteran dan janda veteran, sebagai apresiasi atas pengabdian mereka menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pahlawan ke-80 ditutup dengan ziarah dan tabur bunga di Makam Pahlawan Nasional Sultan Syarif Kasim II, tokoh penting yang berjasa besar dalam memperjuangkan martabat bangsa sekaligus menyerahkan Kerajaan Siak kepada Republik Indonesia. Prosesi tabur bunga menjadi simbol penghormatan mendalam serta ucapan terima kasih yang tak terputus dari seluruh masyarakat Siak kepada para pahlawan yang telah mendahului.























