Siswa Pekanbaru Kembali Sekolah Tatap Muka Usai PJJ Akibat Kabut Asap
Siswa di Kota Pekanbaru kembali mengikuti sekolah tatap muka setelah menjalani PJJ akibat kabut asap. Kualitas udara mulai membaik dan status karhutla diturunkan.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Setelah beberapa waktu menjalani Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kondisi kualitas udara yang terdampak kabut asap, para siswa di Kota Pekanbaru, Riau, kembali mengikuti proses belajar mengajar secara tatap muka di sekolah, Senin (31/8/2026).
Kembalinya siswa ke ruang-ruang kelas menjadi momentum penting bagi aktivitas pendidikan di Kota Pekanbaru. Setelah sebelumnya kegiatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kondisi udara dan faktor kesehatan lingkungan, para siswa kini kembali menjalani rutinitas sekolah secara langsung, berinteraksi dengan guru serta bertemu dengan teman-teman mereka.
Hari pertama pelaksanaan sekolah tatap muka di Pekanbaru tersebut dipantau langsung oleh Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Ia meninjau sejumlah satuan pendidikan untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan lancar sekaligus melihat secara langsung kondisi sekolah setelah sebelumnya menerapkan PJJ akibat kabut asap.
Salah satu sekolah yang dikunjungi Agung adalah SD Negeri 84 Pekanbaru. Di hadapan para siswa, Agung mengaku senang melihat aktivitas pendidikan kembali berlangsung secara normal. Menurutnya, suasana sekolah memiliki arti penting bagi siswa karena proses pendidikan tidak hanya berlangsung melalui pembelajaran akademik, tetapi juga melalui interaksi sosial antara peserta didik, guru, dan lingkungan sekolah.
Ia menyebut para siswa juga telah merindukan suasana belajar secara langsung di sekolah, termasuk kesempatan bertemu kembali dengan guru dan teman-teman mereka setelah beberapa waktu mengikuti pembelajaran dari rumah.
"Alhamdulillah senang, karena anak-anak juga rindu bisa sekolah di sekolah. Mereka bisa kembali bertemu guru dan teman-temannya," kata Agung.
Menurut Wali Kota Agung, kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru saat ini mulai menunjukkan perbaikan. Perubahan kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam mengambil keputusan untuk kembali menerapkan pembelajaran tatap muka bagi para siswa.
Selain faktor kualitas udara yang mulai membaik, status penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Pekanbaru juga telah mengalami penurunan, dari tanggap darurat menjadi siaga darurat. Kebijakan tersebut sejalan dengan kondisi di lapangan yang menunjukkan adanya perkembangan positif, termasuk meningkatnya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir.
Perbaikan kondisi lingkungan tersebut turut memberikan ruang bagi aktivitas masyarakat untuk kembali berjalan secara bertahap. Salah satu indikator yang menjadi perhatian dalam menentukan pelaksanaan pembelajaran tatap muka adalah jarak pandang yang sebelumnya terganggu akibat kabut asap.
"Jarak pandang juga sudah kembali normal," ujarnya.
Agung menilai, kembali normalnya aktivitas belajar mengajar di sekolah tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak selama pelaksanaan PJJ. Masa pembelajaran dari rumah, kata dia, membutuhkan kerja sama antara pemerintah, sekolah, guru, siswa, dan orang tua agar proses pendidikan tetap berjalan meskipun dilakukan dalam situasi yang tidak ideal.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap mempersiapkan proses pembelajaran selama kegiatan belajar mengajar dilakukan dari rumah. Menurutnya, peran guru tetap menjadi bagian penting dalam memastikan hak siswa untuk memperoleh pendidikan tetap terpenuhi di tengah kondisi kualitas udara yang sempat tidak mendukung.
Apresiasi serupa juga disampaikan kepada para orang tua yang selama masa PJJ ikut mengambil peran dalam mendampingi anak-anak mengikuti pembelajaran dari rumah. Dukungan keluarga dinilai menjadi salah satu faktor penting agar siswa tetap dapat mengikuti kegiatan belajar meskipun tidak berada di lingkungan sekolah.
"Terima kasih kepada guru yang selama belajar jarak jauh tetap mempersiapkan semua hal, dan juga kepada orang tua yang sudah mendampingi anak-anak," ucapnya.
Sebelum mengunjungi SDN 84 Pekanbaru, Agung terlebih dahulu memantau pelaksanaan pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 22 Pekanbaru. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan pemerintah daerah terhadap kesiapan sekolah dalam kembali melaksanakan kegiatan pendidikan secara langsung.
Dalam kunjungan tersebut, Agung memastikan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan dengan baik setelah sebelumnya harus disesuaikan akibat kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru. Pemantauan dilakukan untuk melihat kesiapan sekolah sekaligus memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kenyamanan siswa.
Kembalinya pembelajaran tatap muka di sejumlah sekolah di Pekanbaru sekaligus menandai dimulainya kembali aktivitas pendidikan secara langsung setelah para siswa sempat menjalani PJJ akibat kabut asap yang melanda Kota Pekanbaru.
Momentum tersebut bukan sekadar kembalinya siswa ke ruang kelas, tetapi juga menjadi penanda bahwa aktivitas pendidikan mulai bergerak menuju kondisi yang lebih normal seiring membaiknya kualitas udara dan kondisi penanganan karhutla.
Bagi para siswa, kembali ke sekolah berarti kembali menikmati proses belajar secara langsung, berdiskusi dengan guru, berinteraksi bersama teman, sekaligus menjalani berbagai aktivitas pendidikan yang selama masa PJJ harus dilakukan dari rumah.
Pemerintah Kota Pekanbaru pun diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan kondisi karhutla, sehingga pelaksanaan pembelajaran tatap muka dapat berlangsung secara aman, nyaman, dan tetap mengedepankan kepentingan kesehatan serta keselamatan peserta didik.
























