Pemko Pekanbaru Perkuat Sinergitas dengan Kejari, Bahas Aset dan Temuan BPK
Pemko Pekanbaru memperkuat sinergitas dengan Kejari Pekanbaru untuk mendukung tata kelola pemerintahan, termasuk pendampingan persoalan aset dan temuan BPK.
PEKANBARU, JAGOK.CO — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus memperkuat sinergitas dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang semakin baik, efektif, akuntabel, serta mampu menjawab berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat.
Penguatan sinergitas tersebut dibahas dalam kegiatan coffee morning Pemko Pekanbaru bersama Kejari Pekanbaru yang berlangsung di Aula Lantai 6 Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Kamis (3/9/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk membicarakan keberlanjutan kerja sama antarlembaga, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempererat komunikasi dan silaturahmi antara jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru dengan Kepala Kejari (Kajari) Pekanbaru yang baru, Dr. Carel Williams.
Carel Williams sebelumnya baru dilantik dan mendapat penugasan untuk menjalankan tugas sebagai Kajari Pekanbaru. Kehadiran pimpinan baru di lingkungan Kejari Pekanbaru itu sekaligus menjadi kesempatan bagi Pemko Pekanbaru untuk membangun komunikasi awal yang lebih erat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan di daerah.
Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho, bersama jajaran pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru menyambut langsung kedatangan Kajari Pekanbaru beserta rombongan.
Dalam suasana penuh keakraban tersebut, Agung Nugroho menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kajari Pekanbaru yang baru sekaligus berharap kehadiran Carel Williams dapat semakin memperkuat hubungan kelembagaan antara Pemerintah Kota Pekanbaru dan Kejaksaan Negeri Pekanbaru.
"Kami mengucapkan selamat datang kepada Bapak Kajari yang baru, dan selamat bergabung menjadi masyarakat Pekanbaru," kata Agung Nugroho usai kegiatan coffee morning.
Menurut Agung, sinergitas antara Pemko Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru memiliki arti penting dalam mendukung terciptanya penyelenggaraan pemerintahan yang berjalan secara tertib dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kerja sama yang dibangun antarlembaga, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada aspek koordinasi dan komunikasi semata. Lebih jauh, sinergitas tersebut diharapkan mampu memberikan dampak nyata terhadap pelaksanaan pemerintahan sekaligus memperkuat berbagai upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat Kota Pekanbaru.
"Sinergitas yang baik tentu kita harapkan memberikan dampak positif bagi penyelenggaraan pemerintahan dan masyarakat," ujar Agung.
Wali Kota Pekanbaru juga menegaskan bahwa penguatan kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap berbagai agenda pembangunan dan program pemerintah pusat, termasuk program-program yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
"Kita berharap dengan sinergitas ini bisa lebih menyejahterakan masyarakat dan mendukung program-program dari Presiden RI, Prabowo Subianto," ujarnya.
Bagi Pemerintah Kota Pekanbaru, koordinasi dengan aparat penegak hukum juga menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan roda pemerintahan dapat berjalan secara optimal, khususnya ketika menghadapi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan secara tepat dan sesuai dengan aturan.
Sementara itu, Kajari Pekanbaru Carel Williams mengatakan bahwa kegiatan coffee morning tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus membangun komunikasi setelah dirinya mendapat tugas baru di Kota Pekanbaru.
Menurut Carel, hubungan dan kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik antara Kejari Pekanbaru dan Pemko Pekanbaru perlu terus dipelihara dan diperkuat.
"Kita semua bersilaturahmi, untuk melanjutkan sinergitas serta kerja sama yang terjalin selama ini dengan baik," ucapnya.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, Kejari Pekanbaru juga menyatakan kesiapan untuk memberikan pendampingan terhadap berbagai persoalan yang masih menjadi hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahan di lingkungan Pemko Pekanbaru.
Pendampingan tersebut dinilai penting agar berbagai persoalan pemerintahan dapat dicarikan solusi melalui koordinasi dan langkah yang tepat, dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.
Carel menyebutkan, sejumlah persoalan yang dapat menjadi bagian dari pendampingan tersebut antara lain berkaitan dengan aset pemerintah serta berbagai temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang hingga kini masih belum terselesaikan.
Persoalan aset pemerintah dan tindak lanjut atas temuan pemeriksaan menjadi bagian yang membutuhkan perhatian serius karena berkaitan dengan pengelolaan administrasi serta pertanggungjawaban pemerintah daerah.
Untuk itu, Kejari Pekanbaru membuka ruang koordinasi dengan Pemko Pekanbaru agar berbagai persoalan tersebut dapat ditangani secara bersama melalui mekanisme yang sesuai dengan kewenangan masing-masing lembaga.
"Kita nanti juga akan menggandeng APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah) untuk menyelesaikan hal tersebut sebagai bentuk sinergitas yang baik," pungkasnya.
Sinergitas Pemko Pekanbaru dan Kejari Pekanbaru tersebut diharapkan menjadi fondasi penguatan tata kelola pemerintahan di Kota Pekanbaru. Kolaborasi yang dibangun melalui komunikasi, koordinasi, pendampingan, dan pengawasan diharapkan mampu membantu pemerintah daerah menyelesaikan berbagai persoalan secara lebih terukur, sekaligus memastikan program pembangunan dapat berjalan untuk kepentingan masyarakat.
Dengan terbangunnya komunikasi yang semakin intensif antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan unsur pengawasan internal pemerintah, penyelenggaraan pemerintahan di Kota Pekanbaru diharapkan semakin transparan, tertib, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan serta kesejahteraan masyarakat.
























