Bupati Kuansing Hadiri Audiensi IKKSi Dumai, Bahas Pembangunan Rumah Godang

Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menghadiri audiensi dan silaturahmi IKKSi Kota Dumai yang membahas penguatan persaudaraan masyarakat Kuansing serta rencana pembangunan Rumah Godang sebagai sekretariat dan rumah singgah.

Bupati Kuansing Hadiri Audiensi IKKSi Dumai, Bahas Pembangunan Rumah Godang
Audiensi IKKSi Dumai Bersama Bupati Kuansing Bahas Penguatan Silaturahmi hingga Rencana Pembangunan Rumah Godang

DUMAI, JAGOK.CO — Suasana hangat penuh kekeluargaan menyelimuti Ballroom Hotel MaxOne Dumai, Sabtu malam (23/05/2026), saat Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby menghadiri audiensi dan silaturahmi bersama Ikatan Keluarga Kuantan Singingi (IKKSi) Kota Dumai. Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang temu kangen masyarakat rantau asal Kuansing, namun juga menjadi forum strategis membahas penguatan solidaritas sosial, pelestarian budaya daerah, hingga rencana pembangunan Rumah Godang sebagai pusat kegiatan dan sekretariat organisasi di Kota Dumai.

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh nuansa kebersamaan itu dihadiri berbagai unsur pemerintahan, tokoh adat, serta masyarakat lintas generasi asal Kabupaten Kuantan Singingi yang menetap di Kota Dumai. Kehadiran Bupati Kuansing menjadi simbol kuat perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat perantauan yang selama ini tetap menjaga identitas budaya, adat istiadat, dan nilai-nilai kekeluargaan di tanah rantau.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Dumai, Paisal, Ketua DPRD Kota Dumai beserta jajaran, Ketua Lembaga Adat Melayu Kota Dumai, para asisten dan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Kabupaten Kuantan Singingi maupun Pemerintah Kota Dumai, Ketua IKKSi Provinsi Riau bersama pengurus, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta para sesepuh masyarakat Kuansing di Kota Dumai.

Dalam sambutannya, Ketua IKKSi Kota Dumai, Hj. Raja Dona Fitri Illahi, SKM, M.Si menyampaikan bahwa eksistensi masyarakat Kuantan Singingi di Kota Dumai terus mengalami perkembangan signifikan dari tahun ke tahun. Ia menyebutkan, saat ini jumlah warga asal Kuansing yang berdomisili di Dumai mencapai sekitar 750 kepala keluarga, meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya yang berada di angka sekitar 700 kepala keluarga.

Menurutnya, peningkatan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Kuansing memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sosial dan ekonomi Kota Dumai, baik di sektor perdagangan, jasa, pendidikan, maupun pemerintahan. Di tengah kehidupan perantauan, nilai persaudaraan dan budaya asal daerah tetap dijaga sebagai identitas yang memperkuat hubungan antarsesama warga Kuansing.

Ia juga mengaku bangga dan terharu atas perhatian yang terus diberikan Bupati Kuantan Singingi kepada masyarakat rantau. Kehadiran langsung kepala daerah di tengah kesibukan agenda pemerintahan dinilai menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap masyarakat Kuansing di luar daerah.

“Karena rasa cinta dan perhatian beliau kepada masyarakat asal Kuansing, Bupati tetap menyempatkan hadir di tengah kesibukan untuk bertemu dan bersilaturahmi dengan masyarakat Kuansing di Kota Dumai,” ujar Raja Dona disambut tepuk tangan hadirin.

Lebih lanjut, Raja Dona mengungkapkan bahwa IKKSi Kota Dumai saat ini tengah berupaya mewujudkan pembangunan Rumah Godang yang direncanakan menjadi sekretariat organisasi sekaligus pusat aktivitas sosial dan budaya masyarakat Kuansing di Kota Dumai. Ia menjelaskan, organisasi telah memperoleh sebidang tanah yang berada di Jalan Lobak sebagai lokasi pembangunan.

Namun demikian, keterbatasan anggaran hingga saat ini masih menjadi kendala utama sehingga pembangunan belum dapat direalisasikan secara maksimal. Meski begitu, semangat dan tekad masyarakat tetap kuat untuk menghadirkan Rumah Godang sebagai simbol persatuan dan marwah masyarakat Kuansing di perantauan.

“Sudah sekitar tiga tahun kami memiliki niat untuk membangun Rumah Godang ini, namun hingga kini masih terkendala keterbatasan biaya. Besar harapan kami nantinya Rumah Godang tersebut bisa menjadi sekretariat organisasi sekaligus rumah singgah bagi masyarakat asal Kuansing yang datang ke Kota Dumai,” ungkapnya penuh harap.

Rencana pembangunan Rumah Godang tersebut dinilai memiliki makna penting, tidak hanya sebagai bangunan fisik semata, namun juga sebagai pusat pelestarian adat, budaya, dan nilai-nilai kekerabatan masyarakat Kuantan Singingi di tanah rantau. Keberadaan rumah singgah juga diharapkan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan tempat persinggahan sementara ketika berada di Kota Dumai untuk berbagai keperluan.

Audiensi dan silaturahmi itu sekaligus menjadi gambaran eratnya hubungan emosional masyarakat Kuansing di perantauan dengan kampung halaman. Di tengah arus modernisasi dan mobilitas masyarakat yang semakin tinggi, semangat menjaga akar budaya dan memperkuat tali persaudaraan tetap menjadi fondasi utama yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Momentum tersebut pun diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan organisasi paguyuban masyarakat, sehingga keberadaan masyarakat Kuansing di Kota Dumai tidak hanya menjadi bagian dari komunitas sosial, tetapi juga turut berkontribusi dalam mendukung pembangunan daerah serta menjaga harmonisasi kehidupan bermasyarakat di Provinsi Riau.