Harvetnas 2026, POC Indonesia DPD Riau Silaturahmi dengan Veteran Trikora
POC Indonesia DPD Riau menghadiri Hari Veteran Nasional 2026 dan bersilaturahmi dengan veteran pejuang Trikora Teddy S. Supangat di Pekanbaru.
PEKANBARU, JAGOK.CO – Peringatan Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang diperingati setiap 10 Agustus menjadi momentum penting untuk mengenang jasa, pengorbanan, serta semangat juang para veteran dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada tahun 2026, Hari Veteran Nasional mengusung tema nasional “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju.” Tema tersebut menjadi pengingat bahwa perjuangan para veteran tidak berhenti pada masa perang, tetapi nilai-nilai perjuangan, pengabdian, persatuan, keberanian, dan kecintaan terhadap tanah air harus terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
Peringatan Harvetnas di Kota Pekanbaru dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB. Kegiatan diawali dengan upacara dan dilanjutkan ramah tamah yang berlangsung di Aula Kantor DPD Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Provinsi Riau, Jalan Cut Nyak Dien Nomor 2, Pekanbaru.
Momentum tersebut turut dihadiri sekitar 30 anggota LVRI Kota Pekanbaru, 40 anggota Persatuan Istri Veteran Republik Indonesia (PIVERI) Kota Pekanbaru, 30 anggota Pemuda Panca Marga (PPM) Kota Pekanbaru, serta empat orang perwakilan dari POC Indonesia DPD Riau.
Upacara berlangsung khidmat dengan semangat mengenang kembali sejarah perjuangan bangsa, khususnya peristiwa gencatan senjata pada 10 Agustus 1949 yang menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Peringatan Hari Veteran Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan. Lebih dari itu, Harvetnas menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan panjang para pejuang bangsa yang telah memberikan tenaga, pikiran, bahkan mempertaruhkan kehidupan demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Semangat tersebut pula yang menjadi bagian dari upaya menanamkan keteladanan kepada generasi muda. Nilai juang para veteran diharapkan tidak berhenti sebagai cerita sejarah, tetapi dapat diterjemahkan dalam kehidupan masa kini melalui kerja nyata, prestasi, pengabdian, persatuan, dan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, serta negara.
POC Indonesia DPD Riau Rawat Sejarah Perjuangan
Kehadiran POC Indonesia DPD Riau dalam rangkaian kegiatan Hari Veteran Nasional menjadi bagian dari komitmen organisasi untuk membangun silaturahmi sekaligus merawat ingatan sejarah perjuangan bangsa.
Platform over Cellular (PoC) di Provinsi Riau sendiri resmi dideklarasikan dan dikukuhkan di Khas Hotel Pekanbaru pada 23 Mei 2026, dipimpin oleh Davidcy. Dalam rangkaian kegiatan HUT ke-81 Republik Indonesia, POC Indonesia DPD Riau turut mengambil bagian dalam sejumlah kegiatan yang memiliki nilai kebangsaan dan sosial kemasyarakatan.
Salah satu bentuk kegiatannya adalah mengikuti Upacara Hari Veteran Nasional sekaligus mengunjungi salah seorang veteran pejuang Trikora, yakni Bapak Teddy S. Supangat, di kediamannya.
Kunjungan tersebut menjadi lebih dari sekadar agenda silaturahmi. Pertemuan antara generasi masa kini dengan seorang veteran pejuang memberikan kesempatan bagi anggota POC Indonesia DPD Riau untuk mendengarkan secara langsung kisah perjuangan dari saksi sejarah yang pernah berada dalam bagian penting perjalanan bangsa Indonesia.
Obrolan hangat antara anggota POC Indonesia DPD Riau yang berkesempatan hadir dengan pejuang berusia 84 tahun tersebut berlangsung akrab dan penuh suasana kekeluargaan.
Dalam pertemuan itu, berbagai cerita mengenai perjuangan pembebasan Irian Barat mengalir. Teddy S. Supangat menceritakan kembali sejumlah pengalaman dan peristiwa yang berkaitan dengan persiapan Operasi Trikora, termasuk bagaimana Tentara Indonesia pada masa itu mempersiapkan kekuatan pasukan, mulai dari unsur laut hingga udara, dalam menghadapi situasi perjuangan pembebasan Irian Barat.
Kisah yang disampaikan secara langsung oleh seorang veteran menghadirkan dimensi berbeda dalam memahami sejarah. Bagi generasi yang lahir jauh setelah masa perjuangan tersebut, cerita seorang pelaku sejarah menjadi jembatan untuk memahami bahwa kemerdekaan dan keutuhan wilayah Indonesia tidak diperoleh dengan mudah.
Di balik sejarah yang tercatat dalam buku dan dokumen, terdapat manusia-manusia yang menjalani masa perjuangan dengan segala risiko dan keterbatasan. Mereka adalah generasi yang menyaksikan langsung bagaimana sebuah bangsa mempertahankan harga diri, wilayah, dan kedaulatannya.
Teddy S. Supangat, Saksi Hidup Perjuangan Trikora
Teddy Serianto Supangat, pria kelahiran Tebing Tinggi, 19 September 1942, merupakan salah satu veteran yang pernah terlibat dalam Operasi Trikora Mandala dalam perjuangan pembebasan Irian Barat.
Salah satu sumber akademik menyebutkan bahwa beliau pernah ditempatkan di Serang Barat sebagai bagian dari wilayah penyangga operasi. Nama Teddy S. Supangat juga tercatat dalam karya ilmiah yang secara khusus membahas “Peranan Teddy S. Supangat sebagai Pejuang Trikora Irian Barat Tahun 1962–1963.”
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa sosok Teddy S. Supangat bukan sekadar tokoh masyarakat biasa. Ia merupakan salah satu saksi hidup dari perjalanan perjuangan Trikora dan bagian dari generasi yang pernah mengambil peran dalam perjuangan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pertemuan dengan veteran seperti Teddy menjadi penting di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Ketika generasi muda semakin dekat dengan teknologi dan dunia digital, sejarah justru membutuhkan ruang untuk terus diceritakan secara manusiawi agar tidak kehilangan makna.
Sejarah bukan hanya tentang tanggal, nama, dan peristiwa. Sejarah juga berbicara tentang keberanian, pengorbanan, persatuan, serta keputusan-keputusan besar yang pernah diambil oleh generasi terdahulu untuk memastikan Indonesia tetap berdiri sebagai negara yang berdaulat.
Karena itu, silaturahmi antara organisasi generasi masa kini dengan para veteran memiliki makna strategis. Ia menjadi ruang transfer nilai, pengalaman, dan keteladanan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.
POC Indonesia: Teknologi Komunikasi dan Semangat Kebangsaan
Bagi POC Indonesia DPD Riau, keterlibatan dalam kegiatan Hari Veteran Nasional juga menjadi bentuk nyata bahwa perkembangan teknologi komunikasi dapat berjalan beriringan dengan nilai-nilai kebangsaan dan kepedulian sosial.
Teknologi pada akhirnya hanyalah alat. Nilai terbesar dari sebuah teknologi terletak pada bagaimana manusia menggunakannya untuk memperkuat komunikasi, membangun solidaritas, memperluas jejaring sosial, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.
Semangat tersebut menjadi relevan bagi organisasi POC Indonesia DPD Riau yang terus membangun kebersamaan melalui komunikasi dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Dalam konteks itu, merawat sejarah menjadi bagian penting dari membangun masa depan. Generasi muda tidak cukup hanya mengenal Indonesia melalui perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memahami bagaimana bangsa ini dibangun, dipertahankan, dan diperjuangkan oleh generasi sebelumnya.
Ketua POC Indonesia DPD Riau, Davidcy OC62WEV, menyampaikan apresiasi sekaligus semangat kepada seluruh rekan-rekan POC Riau yang telah mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.
“Selamat berkegiatan untuk rekan-rekan POC Riau. Semangat tanpa batas. Semoga dengan kegiatan ini mampu meneladani semangat juang para veteran yang mengabdi tanpa batas dan berjuang sepanjang masa dengan mengisi kemerdekaan. Meneruskan perjuangan lewat kerja nyata, prestasi, dan kontribusi positif membangun daerah serta negara,” ujar Davidcy.
Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa perjuangan pada masa kini memiliki bentuk yang berbeda. Jika para veteran dahulu berjuang mempertahankan kemerdekaan dengan mengangkat senjata dan menghadapi berbagai risiko di medan perjuangan, maka generasi sekarang memiliki medan perjuangan yang berbeda.
Mengisi kemerdekaan dapat dilakukan melalui pendidikan, pengabdian, inovasi, kerja profesional, kepedulian sosial, menjaga persatuan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Pada akhirnya, Hari Veteran Nasional bukan sekadar momentum untuk mengenang masa lalu. Ia adalah pengingat bahwa masa depan Indonesia dibangun dari ingatan terhadap sejarah dan keteladanan para pendahulu.
POC Indonesia DPD Riau melalui silaturahmi dengan para veteran menunjukkan bahwa sejarah akan tetap hidup selama ada generasi yang bersedia mendengar, memahami, dan meneruskan nilai perjuangan tersebut.
Sebab bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu melangkah menuju masa depan, tetapi juga bangsa yang tidak pernah melupakan siapa yang telah berjuang membuka jalan menuju kemerdekaan.
Merawat sejarah adalah merawat jati diri. Menjalin silaturahmi dengan veteran adalah menyambungkan ingatan perjuangan. Dan meneruskan nilai juang dalam kehidupan hari ini adalah cara generasi penerus menghormati kemerdekaan yang telah diperjuangkan dengan pengorbanan.

#Ensa


Veter Marlius Munandar 





















