Wali Kota Paisal Tata Pedagang Dumai, Siapkan Lokasi Strategis

Pemko Dumai siapkan relokasi pedagang ke lokasi strategis untuk tata kota rapi dan wujudkan ikon wisata kuliner, Wali Kota Paisal targetkan tertib dan nyaman.

Wali Kota Paisal Tata Pedagang Dumai, Siapkan Lokasi Strategis
Tata Pedagang Lebih Rapi, Pemko Dumai Siapkan Relokasi di Sejumlah Lokasi Strategis untuk Wujudkan Ikon Wisata Kuliner

DUMAI – JAGOK.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Dumai terus memperkuat komitmen penataan kota yang tertib, estetis, dan berorientasi pada pengembangan ekonomi kerakyatan. Wali Kota Dumai, H. Paisal, memimpin langsung Rapat Lanjutan Penataan Lokasi Pedagang di Sisi Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Jenderal Sudirman yang digelar di Ruang Rapat Wan Dahlan Ibrahim, Jumat (06/02/2026).

Rapat strategis ini menjadi bagian dari upaya Pemko Dumai dalam menata aktivitas perdagangan di ruang publik agar lebih tertib, aman, serta selaras dengan visi menjadikan Kota Dumai sebagai destinasi wisata kuliner unggulan di Provinsi Riau.

Dalam rapat tersebut, Pemko Dumai memaparkan rencana relokasi dan penataan pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini beraktivitas di sisi Jalan Sultan Syarif Kasim dan Jalan Sudirman. Para pedagang akan direlokasi secara bertahap ke sejumlah lokasi strategis yang telah disiapkan, antara lain halaman Kantor BPBD, Kantor Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga area Masjid Habiburrahman Dumai Islamic Centre.

Penataan ini bertujuan menciptakan ruang kota yang lebih rapi, nyaman, dan tertib sekaligus meningkatkan daya tarik kota sebagai pusat kuliner yang representatif.

Penataan Bertahap untuk Kota yang Lebih Tertib dan Berdaya Saing

Pemerintah Kota Dumai menegaskan bahwa penataan pedagang dilakukan secara bertahap dengan pendekatan humanis dan partisipatif. Selain memperhatikan aspek ketertiban dan estetika kota, kebijakan ini juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi UMKM dan pelaku usaha mikro.

Wali Kota Dumai H. Paisal dalam arahannya menekankan pentingnya penataan yang terintegrasi, termasuk penyediaan fasilitas pendukung seperti area parkir, tata letak lapak, hingga manajemen lalu lintas di sekitar lokasi baru.

“Di depan Damkar juga akan kita siapkan sehingga ada juga wisata kuliner di sana. Tentunya kita akan siapkan juga lahan parkirnya. Untuk OPD yang bertanggung jawab agar didesain di mana penempatan lokasi parkir dan lain-lainnya. Kami optimis apabila ini ditata dengan baik maka akan lebih rapi,” ujar Wali Kota.

Menurutnya, penataan ini tidak hanya soal relokasi pedagang, tetapi juga membangun ekosistem kuliner yang terkelola dengan baik, aman, dan menarik bagi masyarakat maupun wisatawan.

Target Ikon Wisata Kuliner di Jalan H.R. Soebrantas

Lebih lanjut, Wali Kota Paisal berharap penataan ini dapat memperkuat citra Kota Dumai sebagai ikon destinasi kuliner regional, khususnya di kawasan Jalan H.R. Soebrantas yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kita kasih tempo untuk para pedagang selama dua bulan untuk pindah ke lokasi yang telah kita siapkan. Kita ingin semuanya satu suara. Kebijakan yang kita ambil ini pasti ada pro dan kontranya, tetapi kita hanya ingin Kota Dumai menjadi lebih baik,” tegasnya.

Pemko Dumai juga menargetkan bahwa penataan ini akan memberikan dampak positif pada kenyamanan masyarakat, kelancaran lalu lintas, peningkatan kebersihan kota, serta pertumbuhan ekonomi sektor kuliner dan UMKM.

Kolaborasi OPD dan Insan Pers Dilibatkan

Rapat lanjutan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Dumai, Asisten II Setda Dumai, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), perwakilan masing-masing OPD, insan pers, serta para tamu undangan lainnya. Keterlibatan lintas sektor ini menunjukkan bahwa penataan pedagang menjadi agenda strategis lintas perangkat daerah yang membutuhkan koordinasi terpadu.

Pemko Dumai menegaskan bahwa seluruh OPD terkait diminta menyiapkan desain teknis penataan lokasi, termasuk aspek tata ruang, fasilitas umum, parkir, keamanan, hingga sistem pengelolaan pedagang agar penataan berjalan optimal dan berkelanjutan.

Menuju Kota Dumai yang Tertata, Ramah UMKM, dan Berdaya Tarik Wisata

Penataan pedagang ini menjadi bagian dari transformasi tata kota yang berorientasi pada kota ramah UMKM, tertib ruang publik, dan destinasi wisata urban. Pemko Dumai berharap kebijakan ini dapat menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi rakyat dan ketertiban kota, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Dengan penataan yang terencana, Kota Dumai diharapkan tidak hanya menjadi pusat industri dan pelabuhan, tetapi juga destinasi wisata kuliner yang modern, tertib, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.


Sumber: Media Center Dumai/HD